kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BUMN Karya Masih Terlilit Utang, Cek Rekomendasi Analis Mirae Asset Sekuritas


Kamis, 20 Juli 2023 / 05:30 WIB


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya masih terlilit utang dan tengah berupaya untuk melakukan restrukturisasi utang. Hal tersebut dinilai berdampak negatif pada kinerja saham emiten BUMN Karya.

Senior Information Investment Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, BUMN Karya yang mengalami problematika dari sisi tingginya debt ratio dan liabilitas merupakan masalah klasik. 

Hal tersebut, kata Nafan, sebenarnya sudah diantisipasi oleh para pelaku investor. 

“Kalau investor yang berinvestasi di pasar saham sudah ada mitigasi risiko sebagai strategi mereka untuk mengoptimalkan kinerja portofolio,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (18/7).

Baca Juga: Utang BUMN Karya Berdampak pada Harga Saham, Cermati Rekomendasi Analis

Nafan mengatakan, ada emiten BUMN Karya yang mengalami problematika gagal bayar obligasi dan problem good corporate governance (GCG), salah satunya adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). 

“Kasusnya sekarang sudah ditangani oleh kejaksaan. Karena ini juga terkait kasus korupsi, mereka harus melakukan GCG, agar berpengaruh ke progresivitas kinerja fundamental emiten,” katanya.

Menurut Nafan, BUMN Karya yang rajin mengerjakan proyek strategis nasional dan mampu memperoleh nilai kontrak baru akan mempengaruhi kinerja dan mempengaruhi pendapatan secara positif.

Sehingga, ada juga emiten BUMN Karya yang berhasil mampu meningkatkan laba bersih, seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP). 

 

Secara bottomline, ADHI dan PTPP mencatatkan kinerja pertumbuhan laba bersih yang baik di kuartal I 2023. Meskipun laporan keuangan kuartal II 2023 belum rilis, Nafan melihat, kinerja emiten konstruksi di semester I bisa dilihat dari cerminan kinerja keuangan mereka di kuartal I. 

Baca Juga: Strategi Waskita Karya (WSKT) Restrukturisasi Utang dan Tingkatkan Kinerja




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×