kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 18.010   2,00   0,01%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Aturan Batas Bawah Diubah, Harga Sejumlah Saham Recehan Melesat


Selasa, 29 September 2026 / 07:23 WIB
Aturan Batas Bawah Diubah, Harga Sejumlah Saham Recehan Melesat
ILUSTRASI. Saham-saham receh unjuk gigi di tengah pelemahan IHSG (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Dimas Andi Shadewo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perubahan batas harga terendah memberi warna baru bagi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada awal masa berlakunya, sejumlah saham receh di bawah level gocap mampu unjuk gigi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG terkoreksi 1,51% ke level 6.147,86 pada Senin (28/9). Namun, saham-saham receh mampu mendominasi jajaran top gainers harian. Kenaikan mereka dapat mencapai dobel digit dan menyentuh batas auto reject atas (ARA).

PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) menjadi saham yang mencetak persentase kenaikan harga tertinggi, sepanjang perdagangan Senin (28/9). Saham emiten pelayaran ini melesat 34,62% ke level Rp 35 per saham.

Di belakangnya, menyusul saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) yang naik 34,38%, kemudian ada saham PT Mitra International Resources Tbk (MIRA), PT Pan Brothers Tbk (PBRX), PT PP Property Tbk (PPRO) yang masing-masing menguat 33,33%.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama menyampaikan, perubahan batas bawah harga saham menjadi Rp 1 per saham memang menyebabkan emiten berharga rendah menjadi lebih fleksibel untuk diperdagangkan. Namun, nominal harga yang murah tidak otomatis saham yang bersangkutan juga mempunyai valuasi murah.

"Jadi saham recehan tetap bisa dilirik, tetapi tetap perlu melihat fundamental, valuasi dan likuiditas sahamnya, jelas dia, kepada Kontan, Senin (28/9).

Elandry menganggap, lonjakan harga saham-saham receh bisa jadi lebih tepat dipandang sebagai momentum trading dengan volatilitas lebih tinggi. Asumsinya, kenaikan harga saham tersebut berlangsung cepat tanpa diikuti oleh perubahan fundamental dan likuiditas

Bagi investor yang melirik saham-saham receh, mereka patut mencermati pertumbuhan pendapatan dan laba, arus kas, posisi utang, prospek bisnis, aksi korporasi serta valuasi emiten secara bersamaan.

Selanjutnya, investor dapat melakukan konfirmasi dengan mengamati volume transaksi dan keberlanjutan akumulasi saham receh tersebut.

Sementara itu, Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto memperkirakan, kenaikan harga saham-saham receh tersebut hanya bersifat sementara. Sampai nantinya ada indikasi pelemahan dari volume perdagangan yang menyusut.

Secara umum, ia menilai penghapusan batas bawah harga Rp 50 akan menyebabkan saham-saham receh lebih diminati investor. Dengan modal yang lebih kecil, para investor berpeluang menikmati imbal hasil yang lebih tinggi.

Memang, tidak semua saham receh mengalami penguatan pada hari pertama perubahan batas harga terendah. Beberapa saham yang sebelumnya terkunci di level Rp 50 justru menghadapi tekanan jual yang besar.

Ambil contoh saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang masing-masing mengalami penurunan hingga 14% menjadi Rp 43 per saham.

Pasar masih melakukan adaptasi, nanti akan ada waktunya saham-saham di bawah harga gocap lebih diminati karena imbal hasil yang lebih besar bisa diraih dalam waktu yang lebih singkat," jelas William.

Terlepas dari tekanan jual tadi, Elandry menjelaskan, aturan batas bawah harga saham menjadi Rp 1 justru juga dapat berpotensi menjadi bagian dari proses penemuan harga.

Lihat halaman 3

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×