Reporter: Adi Wikanto, Muhammad Fatih | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penawaran investasi Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri Savings Bond Ritel (SBR) 015 resmi dibuka. Berikut langkah-langkah investasi SBR015 yang memberikan kupon 6,75% dan 6,85%.
Pemerintah menargetkan penjualan SBR015 mencapai Rp20 triliun. Masa penawaran SBR015 resmi dimulai pada Senin (28/9/2026) pukul 09.00 WIB dan akan berlangsung hingga 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB.
Pemerintah akan menetapkan hasil penjualan pada 26 Oktober 2026, sedangkan setelmen dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, pemerintah menilai target Rp20 triliun tersebut realistis.
"Target tersebut kami pandang realistis dengan mempertimbangkan tren positif minat masyarakat terhadap SBN Ritel sepanjang tahun ini serta potensi reinvestment dari investor SBN Ritel ORI024T3 yang akan jatuh tempo pada masa penawaran SBR015," kata Suminto kepada Kontan, Senin (28/9/2026).
Menurut Suminto, pemerintah optimistis SBR015 memperoleh respons positif dari investor domestik. Penerbitan SBN Ritel sepanjang 2026 menunjukkan minat masyarakat terhadap instrumen tersebut masih terjaga.
Selain menghimpun pembiayaan dari pasar domestik, penerbitan SBN Ritel menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas basis investor dalam negeri.
Baca Juga: Transaksi Short Selling Dimulai Besok 1 Oktober 2026, Baru 2 Sekuritas & 5 Saham
Kupon SBR015 mulai 6,75%
SBR015 diterbitkan dalam dua pilihan tenor, yakni SBR015T2 dengan tenor dua tahun dan SBR015T4 dengan tenor empat tahun.
SBR015T2 menawarkan kupon minimum 6,75% per tahun, sedangkan SBR015T4 memiliki kupon minimum 6,85% per tahun. Kedua seri menggunakan skema kupon mengambang dengan batas minimal atau floating with floor.
Dengan mekanisme tersebut, tingkat kupon dapat berubah mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia. Namun, kupon tidak akan turun di bawah tingkat minimum yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk SBR015T2, formula kupon menggunakan BI Rate ditambah spread tetap 100 basis poin. Sementara itu, SBR015T4 menggunakan BI Rate ditambah spread tetap 110 basis poin. Penyesuaian kupon dilakukan setiap tiga bulan.
Kupon dibayarkan setiap tanggal 10. Pembayaran kupon pertama dijadwalkan pada 10 Desember 2026.
"Pembayaran pokok dan kupon dijamin oleh negara sesuai ketentuan perundang-undangan," ujar Suminto.
Ia menambahkan, kombinasi keamanan, imbal hasil, fleksibilitas kupon dan kemudahan pembelian secara online menjadi sejumlah karakteristik yang ditawarkan SBR015.
Tonton: UU Ketenagakerjaan Baru Dikebut, Target Disahkan Oktober 2026
Investasi SBR015 mulai Rp1 juta
SBR015 dapat dipesan mulai dari Rp1 juta dan kelipatannya.
Untuk SBR015T2, batas maksimum pemesanan mencapai Rp5 miliar per investor. Sementara itu, investor dapat memesan SBR015T4 hingga Rp10 miliar.
SBR015 diterbitkan tanpa warkat atau scripless dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Karakteristik tersebut memang menjadi salah satu ciri Savings Bond Ritel.
Meski demikian, pemerintah menyediakan fasilitas early redemption atau pelunasan sebagian sebelum jatuh tempo sesuai ketentuan.
Untuk SBR015T2, periode pengajuan early redemption berlangsung pada 27 Oktober hingga 4 November 2027. Sementara itu, fasilitas serupa untuk SBR015T4 dapat diajukan pada 30 Oktober hingga 6 November 2028.
Nilai yang dapat dicairkan melalui fasilitas tersebut maksimal 50% dari nilai pemesanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Transaksi Short Selling Dimulai Besok 1 Oktober 2026, Baru 2 Sekuritas & 5 Saham
Jadwal dan karakteristik SBR015
Berikut ringkasan SBR015T2 dan SBR015T4:
| Keterangan | SBR015T2 | SBR015T4 |
|---|---|---|
| Tenor | 2 tahun | 4 tahun |
| Kupon minimum | 6,75% | 6,85% |
| Minimum pembelian | Rp1 juta | Rp1 juta |
| Maksimum pembelian | Rp5 miliar | Rp10 miliar |
| Jatuh tempo | 10 Oktober 2028 | 10 Oktober 2030 |
| Pembayaran kupon | Setiap tanggal 10 | Setiap tanggal 10 |
| Kupon pertama | 10 Desember 2026 | 10 Desember 2026 |
| Perdagangan sekunder | Tidak dapat diperdagangkan | Tidak dapat diperdagangkan |
Baca Juga: Ada BBRI dan BBCA, Cek Saham yang Banyak Diborong Asing, Senin (28/9)
Pemerintah bidik investor domestik
Pemerintah berharap SBR015 dapat memperkuat peran investor domestik dalam pembiayaan negara.
Suminto mengatakan, minat masyarakat terhadap SBN Ritel sepanjang 2026 menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menetapkan target penjualan SBR015 sebesar Rp20 triliun.
Potensi reinvestasi investor ORI024T3 yang jatuh tempo pada periode penawaran SBR015 juga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah.
Dengan minimum investasi Rp1 juta dan pembelian yang dapat dilakukan secara daring melalui mitra distribusi, SBR015 ditawarkan kepada masyarakat sebagai salah satu pilihan instrumen SBN Ritel pada periode akhir September hingga Oktober 2026.
Investor perlu memperhatikan bahwa SBR015 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan pencairan sebelum jatuh tempo hanya dapat dilakukan melalui fasilitas early redemption sesuai periode serta persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
Cara investasi SBR015
Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di Sukuk Ritel Seri SBR015T3 dan SBR015T5 dapat menghubungi 33 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah untuk melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online). Investasi SBR015 hanya butuh modal minimal Rp 1 juta. Berikut cara investasi obligasi ritel SBR015:
1. Registrasi
Registrasi untuk investasi obligasi ritel SBR015 dapat dilakukan setiap saat bahkan sebelum masa penawaran SBN Ritel dibuka. Calon Investor dapat mendaftarkan diri pada sistem elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis), dengan menginput data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga.
Bagi Calon Investor yang belum memiliki nomor SID, Rekening Dana, dan/atau Rekening Surat Berharga, dapat menghubungi Midis. Single Investor Identification (SID) atau Nomor Tunggal Identitas Pemodal adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek lndonesia (KSEI) selaku lembaga penyimpanan dan penyelesaian.
2. Pemesanan
Setelah registrasi berhasil, calon investor melakukan pemesanan obligasi ritel SBR015 dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran obligasi ritel SBR015 .
Tonton: PLN Beberkan Progres RUPTL, 143 Proyek Telah Beroperasi
3. Pembayaran
Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), calon Investor mendapatkan kode pembayaran (billing code) atas pembelian obligasi ritel SBR015 melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing Mitra Distribusi. Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking)/ Pos/ Lembaga Persepsi Lainnya dalam batas waktu yang ditentukan.
4. Konfirmasi
Setelah pembayaran, calon Investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order serta akan memperoleh alokasi obligasi ritel SBR015 pada tanggal setelmen/penerbitan. Setelah setelmen, investor dapat meminta Bukti Konfirmasi Kepemilikan obligasi ritel SBR015 kepada Mitra Distribusi.
Tonton: BEI Ubah Batas Minimum Saham dari Rp50 Jadi Rp1
Mitra Distribusi
Berikut mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah:
Bank Umum
1. PT Bank Central Asia Tbk
2. PT Bank CIMB Niaga Tbk
3. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
4. PT Bank DBS Indonesia
5. PT Bank HSBC Indonesia
6. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
7. PT Bank Maybank Indonesia Tbk
8. PT Bank Mega Tbk
9. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
10. PT Bank OCBC NISP Tbk
11. PT Bank Panin Tbk
12. PT Bank Permata Tbk
13. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
14. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
15. PT Bank UOB Indonesia
16. Standard Chartered Bank
17. PT Bank Victoria International
18. PT Bank SMBC Indonesia Tbk
Tonton: TERBONGKAR! Pemicu Antrean BBM Makassar & Modus Tangki Modifikasi 1 Ton!
Bank Umum Syariah
19. PT Bank Syariah Indonesia Tbk
20. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
Perusahaan Efek
21. PT BRI Danareksa Sekuritas
22. PT Mandiri Sekuritas
23. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
24. PT Bahana Sekuritas
25. PT Binaartha Sekuritas
26. PT Phillip Sekuritas Indonesia
27. PT BNI Sekuritas
28. PT Panin Sekuritas Tbk
29. PT Ajaib Sekuritas Asia
Perusahaan Efek Khusus (APERD Financial Technology)
30. PT Bareksa Portal Investasi
31. PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)
32. PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)
33. PT Bibit Tumbuh Bersama
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














