Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mulai menunjukkan wajah baru. Tak lagi hanya mengandalkan bisnis batu bara, produsen batu bara termal terbesar di Indonesia ini tengah mempercepat transformasi dengan masuk lebih dalam ke sektor pertambangan emas.
Strategi tersebut mulai tercermin dalam kinerja BUMI pada kuartal II-2026. Di tengah tekanan biaya penambangan, laba dan pendapatan perseroan justru tumbuh solid. Kondisi ini membuat Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) tetap optimistis terhadap prospek BUMI dan mempertahankan rekomendasi buy. Samuel Sekuritas memasang target harga BUMI di Rp 300 per saham.
Baca Juga: Harga Minyak Lanjut Menguat pada Perdagangan Awal Pekan Ini, Senin (17/8/2026)
BUMI membukukan laba bersih US$ 35 juta pada kuartal II-2026, melesat 43,7% secara quarter on quarter (QoQ) dan bahkan 1.266,2% secara year on year (YoY).
Kinerja tersebut mengerek laba bersih semester I-2026 menjadi US$ 59 juta, tumbuh 188,4% YoY. Realisasi ini telah mencapai sekitar 47,3% dari estimasi Samuel Sekuritas dan 47,8% dari konsensus.
Dari sisi pendapatan, BUMI mencatatkan US$ 449 juta pada kuartal II-2026, naik 7,5% QoQ dan 36,4% YoY. Dengan demikian, pendapatan semester I-2026 mencapai US$ 867 juta, tumbuh 27,9% YoY.
Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan volume batu bara Arutmin sebesar 29,6% YoY, sekaligus kenaikan average selling price (ASP) sebesar 17,5% YoY.
Penjualan batu bara pada kuartal II-2026 sendiri mencapai 19,8 juta ton, naik 3,1% QoQ, dengan kontribusi dari Arutmin dan KPC. ASP batu bara juga meningkat menjadi US$ 67,1 per ton, naik 14,5% QoQ.
Meski kinerja top-line dan laba menguat, BUMI belum sepenuhnya terbebas dari tekanan biaya.
Kenaikan harga bahan bakar mendorong biaya penambangan (mining costs) menjadi US$ 8,3 per mbcm, naik 18,3% QoQ dan 64,6% YoY.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Berpotensi Turun, Pasar Pantau Pembukaan Selat Hormuz
Tekanan biaya tersebut menyebabkan margin BUMI mengalami kompresi. Namun, SSI melihat kondisi ini masih dapat diimbangi oleh pertumbuhan volume dan harga jual batu bara.
Lebih jauh, potensi penurunan harga bahan bakar pada kuartal mendatang dinilai dapat menjadi katalis bagi penurunan cash cost BUMI.
Yang menarik, prospek BUMI kini tidak hanya bergantung pada batu bara.
BUMI juga tengah menjalankan dua langkah transformasi utama, yakni ekspansi ke sektor emas serta peningkatan efisiensi operasional bisnis batu bara.
Di sektor emas, BUMI telah memulai operasi Wolfram Limited, perusahaan pertambangan emas, perak, dan tembaga asal Australia, pada akhir Mei 2026.
Pada tahap awal, Wolfram memproses stockpile dengan kadar emas sekitar 0,78 gram per ton. BUMI menargetkan produksi 2026 mencapai 15.000 ton setara tembaga.
BUMI juga tengah menyelesaikan proses akuisisi Loyal Metal Mining, yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026, dengan tetap bergantung pada persetujuan pemegang saham.
Menurut Samuel Sekuritas, perkembangan produksi Wolfram menjadi salah satu katalis yang perlu dicermati pada semester II-2026.
Output produksi diharapkan meningkat seiring peralihan pengolahan dari stockpile menuju bijih hasil penambangan (mined ore). Kadar emas yang lebih baik juga berpotensi meningkatkan kontribusi bisnis emas terhadap kinerja BUMI.
Selain Wolfram, Samuel Sekuritas juga melihat peluang pemulihan laba pada anak usaha BUMI, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke 6.282, Top Gainers LQ45: ISAT, CUAN, BUMI, Rabu (12/8)
Meski harga emas pada periode month-to-date (MTD) kuartal III-2026 berada di sekitar US$ 4.076 per ounce, lebih rendah dibandingkan rata-rata kuartal II-2026 sebesar US$ 4.507 per ounce, pemulihan kinerja BRMS tetap menjadi katalis yang diperhitungkan.
Dengan ekspansi emas tersebut, BUMI berpotensi memiliki sumber pertumbuhan yang lebih terdiversifikasi. Artinya, prospek perseroan ke depan tidak hanya ditentukan oleh siklus harga batu bara.
Di bisnis batu bara, BUMI juga terus memperkuat ketahanan operasional.
Penggunaan conveyor belts membantu perseroan menjaga volume produksi tetap stabil. Samuel Sekuritas juga melihat fenomena El Niño berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan harga batu bara.
Jika harga batu bara tetap bertahan dan biaya bahan bakar mulai mereda, margin BUMI berpeluang kembali membaik pada kuartal-kuartal berikutnya.
Namun, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko. Samuel Sekuritas memperingatkan potensi penurunan harga batu bara dalam jangka pendek setelah penyesuaian RKAB pada Juli 2026.
Selain itu, keterlambatan eksekusi akuisisi, proses ramp-up produksi Wolfram yang lebih lambat dari perkiraan, serta koreksi harga emas global juga dapat menjadi risiko bagi target kinerja BUMI.
Dengan mempertimbangkan transformasi bisnis tersebut, Samuel Sekuritas dalam riset 12 Agustus 2026 mempertahankan rekomendasi BUY BUMI dengan target harga Rp 300 per saham.
Target tersebut memberikan potensi upside, sementara konsensus analis menempatkan target harga BUMI di sekitar Rp 371,3 per saham. Per Jumat (14/8/2026), harga saham BUMI naik 1,69% di Rp 181 per saham.
Baca Juga: Kembali Naik, Begini Proyeksi Harga Minyak Brent dan WTI
Dari sisi valuasi, BUMI memang masih terlihat lebih mahal dibandingkan sejumlah emiten batu bara. Berdasarkan proyeksi kinerja pada tahun 2026, BUMI memiliki PER 16,9 kali dan EV/EBITDA 17,5 kali, dibandingkan AADI masing-masing 4,6 kali dan 3,3 kali, ITMG 7,1 kali dan 2,6 kali, serta PTBA 6,7 kali dan 4,1 kali.
Namun, menurut Samuel Sekuritas, premi valuasi BUMI perlu dilihat dalam konteks transformasi bisnis dan potensi diversifikasi ke emas yang tengah berlangsung.
Dengan kata lain, daya tarik BUMI ke depan bukan sekadar soal berapa banyak batu bara yang dapat ditambang, tetapi juga seberapa cepat bisnis emas mampu menjadi mesin pertumbuhan baru perseroan.
Bagi Samuel Sekuritas, kombinasi pertumbuhan volume batu bara, potensi penurunan biaya, ramp-up Wolfram, serta ekspansi bisnis emas menjadi alasan untuk tetap mempertahankan buy saham BUMI dengan target Rp 300.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
