kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BREN dan TPIA Berpeluang Masuk Indeks MSCI, Cermati Rekomendasi Saham BRPT


Kamis, 25 Januari 2024 / 20:43 WIB
BREN dan TPIA Berpeluang Masuk Indeks MSCI, Cermati Rekomendasi Saham BRPT
ILUSTRASI. Pembangkit listrik tenaga geothermal (PLTG) milik PT Barito Pasific Tbk.


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Noverius Laoli

Dengan begitu, Return on Invested Capital akan berada pada kisaran 3%-4% dibandingkan 15%-20% dalam periode kenaikan siklus. Price to book value (PBV) pun 7 kali lebih tinggi dibandingkan peers di regional ASEAN dengan book value di bawah 1 kali.

Sementara itu, BREN telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi 100% Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap berkapasitas 75 Megawatt (MW). Namun aksi tersebut hanya akan menghasilkan pendapatan tambahan kurang dari 10% - 2% bagi BREN.

JP Morgan memproyeksikan peningkatan kapasitas compounded annual growth rate (CAGR) BREN sebesar 6% pada tahun 2023-2027. Estimasi ini tidak sejalan dengan profil EBITDA yang di atas 100 kali.

Baca Juga: Saham Blue Chip Ini Bisa Ditimbang untuk Buy on Weakness, Antisipasi Sideways IHSG

"Kami yakin risk/reward pada kepemilikan portofolio utama, BREN dan TPIA, cenderung mengarah ke bawah dengan EBITDA >100x tanpa adanya perubahan signifikan dalam prospek pertumbuhan, sehingga kami menurunkan peringkat BRPT," jelas Arnanto.

Atas pertimbangan tersebut, Arnanto menurunkan peringkat BRPT dari Netral ke Underweights. Namun, JP Morgan tetap mempertahankan target harganya untuk BRPT sebesar Rp 1.100 per saham.

Kalau Andreas mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham BRPT dengan target harga sebesar Rp 2.500 per saham. Ini sejalan dengan potensi penurunan harga saham yang menjadi peluang menarik.

Baca Juga: Strategi Investasi dan Rekomendasi Saham Pilihan Analis Antisipasi Sideways IHSG

Andreas memaparkan bahwa harga saham BRPT sudah anjlok sekitar 38% sejak Desember 2023 akibat sentimen negatif penghentian sementara perdagangan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Meski CUAN juga dimiliki oleh pemilik BPRT yakni Taipan Prajogo Pangestu, kedua bisnis tersebut dijalankan secara terpisah.

Penurunan harga saham BRPT tersebut dipandang bisa memberikan peluang menarik bagi investor karena saham tersebut diperdagangkan dengan diskon 107% terhadap valuasi SOTP yang dihitung Sucor Sekuritas sebesar Rp2.500 per saham. Perhatikan bahwa SOTP juga menyiratkan kenaikan 163% terhadap nilai pasar SOTP.

Sementara itu, Senior Analis Teknikal PT Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Alfatih mencermati, BRPT tengah konsolidasi dalam 2 pekan terakhir. Dia menyarankan Trading Sell untuk BRPT dengan target harga Rp 1.060 per saham.

Baca Juga: Saham Blue Chip Ini Bisa Ditimbang untuk Buy on Weakness, Antisipasi Sideways IHSG

Secara teknikal, saham BRPT diperkirakan akan bergerak dalam rentang support Rp 1.010 dan resistance Rp 1.060 yang cenderung akan turun terlebih dahulu. Jika tembus ke bawah Rp 1.010, maka selanjutnya ke area Rp 900.

“Belum terlihat momentum positif bagi BRPT, setelah penurunan tajam sebelumnya,” ungkap Alfatih kepada Kontan.co.id, Kamis (25/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×