kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Barito (BREN) Kandidat Kuat Masuk Indeks MSCI, Antam (ANTM) Berpeluang Terdepak


Jumat, 05 Januari 2024 / 12:09 WIB
Barito (BREN) Kandidat Kuat Masuk Indeks MSCI, Antam (ANTM) Berpeluang Terdepak
ILUSTRASI. MSCI akan melakukan rebalancing MSCI Index yang dijadwalkan pada 12 Februari 2024.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan melakukan rebalancing MSCI Index yang dijadwalkan pada 12 Februari 2024. Hasil rebalancing akan berlaku efektif mulai 1 Maret 2024

Kepala Riset Trimegah Sekuritas Willinoy Sitorus mengatakan, rebalancing MSCI kali ini dilakukan dengan menyaring emiten berdasarkan free-float-adjusted market cap (FFMC). Penyaringan anggota MSCI yang baru juga ditinjau dari aspek likuiditas saham yang baik, yang tercermin dari volume rata-rata perdagangan harian atau average daily trading volume (ADTV) dan frekuensi perdagangan dalam beberapa rentang waktu, serta kriteria lainnya.

Berdasarkan riset yang dilakukan Trimegah Sekuritas, tampaknya hanya saham PT Barito Renewables  Energy Tbk (BREN) yang berpotensi untuk masuk dalam rebalancing Indeks MSCI Indonesia pada Februari 2024.

Baca Juga: IHSG Naik 0,24% ke 7.377 di Sesi I Jumat (5/1), MDKA, ACES, BBNI Top Gainers LQ45

Saham terafiliasi taipan Prajogo Pangestu ini memang sempat mengalami suspensi selama satu hari pada tanggal 9 November 2023. Namun, BREN tetap memenuhi syarat masuk karena suspensi tidak dilakukan pada bersamaan dengan tanggal cut off (yakni 18 November 2023) dan saham BREN tidak disuspensi setidaknya selama 50 hari berturut-turut dalam 12 bulan terakhir.

Emiten terafiliasi Prajogo lainnya yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) diproyeksi tidak akan masuk ke MSCI Index dalam rebalancing kali ini. 

Perdagangan saham CUAN saat ini sedang digembok bursa, sedangkan saham TPIA diperdagangkan dengan frekuensi selama 1 tahun yang lebih kecil dari 80% frekuensi perdagangan selama 3 bulan terakhir. Meskipun demikian, kedua saham ini memiliki free-float-adjusted market cap di atas batas minimal US$ 1,09 miliar.

Baca Juga: Sektor EBT Masih Jadi Incaran Investor di Tahun Ini, Cek Rekomendasi Sahamnya

Di sisi lain, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diramal akan terdepak dari MSCI Index pada rebalancing Februari 2024 mendatang. Kapitalisasi pasar free float ANTM hanya berada di level US$ 941 juta, di bawah persyaratan minimum free float sebesar US$ 1,09 miliar.

“Oleh karena itu, kami memprediksi kemungkinan saham ANTM akan menjadi satu-satunya kandidat yang dikeluarkan pada rebalancing indeks Februari 2024,” terang Willinoy.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×