kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

BRAU torehkan kenaikan laba bersih 133,5%


Selasa, 27 Maret 2012 / 21:29 WIB
ILUSTRASI. Anatomi jantung manusia


Reporter: Dupla Kartini | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kinerja yang kinclong ditunjukkan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) di sepanjang tahun lalu. Produsen batubara ini membukukan laba bersih sebesar US$ 160,819 juta di akhir 2011. Jumlah tersebut melonjak 133,5% dibanding pencapaian tahun sebelumnya yang hanya senilai US$ 68,861 juta.

Seiring peningkatan keuntungan tersebut, maka laba bersih per saham dasar atau earning per share (EPS) BRAU pun naik dari semula US$ 0,0015 pe rsaham di 2010, menjadi Rp US$ 0,0038 per saham di penghujung tahun lalu.

Peningkatan keuntungan perusahaan itu ditopang kenaikan angka penjualan. Laporan keuangan BRAU (audited) yang dirilis Selasa (27/3) menunjukkan, Perseroan berhasil meraih penjualan sebesar US$ 1,657 miliar pada tahun lalu, atau melejit 57% dibanding periode sebelumnya US$ 1,055 miliar.

Meski terjadi kenaikan pada beban pokok penjualan sebesar 46%, namun Perseroan masih mampu mencatatkan kenaikan pada laba bruto sebesar 78% menjadi Rp US$ 656,63 juta. Selanjutnya, laba usaha juga berhasil melejit sekitar 73% menjadi sejumlah US$ 536,498 juta.

Walaupun pendapatan dari selisih kurs berkurang di tahun lalu, dan terjadi penurunan nilai aset keuangan sebesar US$ 27 juta, namun kinerja keuangan BRAU masih tetap gemuk. Ini lantaran, pengeluaran pada pos amortisasi nihil pada tahun lalu, dibandingkan tahun sebelumnya dengan pengeluaran mencapai US$ 23,5 juta.

Di sisi lain, kewajiban perusahaan juga bertambah sebesar 13% menjadi US$ 1,535 miliar. Sedangkan, total ekuitas meningkat sekitar 35% menjadi US$ 523,982 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×