kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tiga lembaga asing beli obligasi BRAU


Sabtu, 17 Maret 2012 / 07:46 WIB
ILUSTRASI. KIP Kuliah 2021 naik hingga Rp 2,5 triliun, simak perincian terbarunya.


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Edy Can

JAKARTA. Tiga lembaga keuangan asing merupakan pembeli pertama obligasi berdenominasi dollar Amerika Serikat yang diterbitkan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) senilai US$ 500 juta. Ketiga perusahaan tersebut adalah Credit Suisse (Singapore) Limited, Merrill Lynch (Singapore) Pte Ltd, dan JP Morgan Securities Ltd.

"Notes telah dicatatkan dan diperdagangkan di SGX-ST atau Bursa Saham Singapura pada 14 Maret 2012," ujar manajemen BRAU dalam keterangan resmi kepada otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/3).

Kupon bunga obligasi ini sebesar 7,25% per tahun dan akan dibayarkan setiap enam bulan. Obligasi tersebut akan jatuh tempo pada tahun 2017.

Dari penerbitan obligasi itu, BRAU berpeluang mengantongi dana segar hingga US$ 484,5 juta. Rencananya, dana sebesar US$ 344,54 juta akan digunakan untuk membayar utang dan fasilitas pinjaman (refinancing) berdenominasi dollar AS dari sejumlah lembaga keuangan.

Pinjaman yang akan dilunasi itu, terdiri dari berbagai fasilitas. Di antaranya, fasilitas A terdiri dari sejumlah kreditur seperti China Development Bank Corporation, WestLB AG cabang Singapura, Indonesia Eximbank, dan Credit Suisse AG Singapura. Total nilainya mencapai US$ 300 juta.

BRAU juga akan melunasi sebagian fasilitas kredit B yang senilai US$ 100 juta. Pinjaman tersebut diperoleh BRAU dari ICICI Bank UK PLC, serta Credit Suisse AG cabang Singapura.

Selain itu, sisa dana sebesar US$ 139,95 juta akan digunakan untuk belanja modal dan modal kerja. Tahun ini, BRAU membutuhkan belanja modal sekitar US$ 183,7 juta. Dari jumlah itu, sebesar US$ 87,7 juta akan digunakan untuk perawatan dan pembangunan fasilitas crushing, gudang, dan bongkar muat di sejumlah wilayah tambang.

Perseroan juga memerlukan dana sebesar US$ 72 juta untuk pembangunan overland conveyor dan pembangkit listrik. Selain itu, dana sebesar US$ 15,7 juta untuk kegiatan eksplorasi. Dana US$ 8,3 juta dialokasikan untuk pembebasan tanah serta pembangunan jalur pengangkutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×