kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Bitcoin Tertekan Peretasan Binance, Investor Bisa Cermati Peluang Ini


Jumat, 30 Oktober 2026 / 17:48 WIB
Bitcoin Tertekan Peretasan Binance, Investor Bisa Cermati Peluang Ini
ILUSTRASI. Altcoin crypto (Felix Schlikis/IMAGO via REUTERS)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Insiden peretasan dengan nilai kerugian mencapai US$ 6,3 miliar yang menimpa salah satu bursa kripto terbesar di dunia, Binance, memicu kekhawatiran di pasar dalam jangka pendek.

Asal tahu saja, usai kabar tersebut mencuat pada Jumat (30/10/2026), harga Bitcoin sempat merosot ke kisaran US$ 76.400 pada pukul 09.05 WIB. Level tersebut menjadi posisi terendah dalam sebulan terakhir, setelah sebelumnya Bitcoin mampu bertahan di atas US$ 80.000.

Vice President Indodax Antony Kusuma mengatakan, insiden peretasan berskala besar dapat memicu guncangan psikologis sesaat di kalangan investor. Kondisi tersebut juga berpotensi mendorong investor menarik sebagian aset dari bursa kripto dan memindahkannya ke dompet penyimpanan mandiri atau cold wallet.

Namun, Antony memandang respons cepat seperti pembekuan aset oleh penerbit stablecoin dan langkah mitigasi dari protokol keuangan terdesentralisasi atau decentralized finance (DeFi), dapat membantu membatasi risiko efek domino, sehingga tidak menjadi krisis likuiditas.

Baca Juga: Peretasan Binance Bayangi Pasar Kripto, Simak Prospek Bitcoin

Dari sisi pergerakan harga, Antony menilai koreksi Bitcoin ke kisaran US$ 76.000-US$ 77.000 pada hari ini merupakan respons panic selling dan likuidasi yang wajar dalam jangka pendek.

“Aset yang paling tertekan adalah native token ekosistem (seperti BNB) serta altcoin berkapitalisasi menengah-kecil,” ujar Antony kepada Kontan, Jumat (30/10/2026).

Meski demikian, Antony memperkirakan tekanan jual berpotensi bersifat jangka pendek dan mereda dalam satu hingga dua pekan seiring kejelasan investigasi dan pemulihan operasional.

Memasuki akhir 2026, Antony bilang koreksi harga saat ini dapat dimanfaatkan investor untuk mengakumulasi aset kripto dengan harga lebih rendah. Namun, investor disarankan tidak terburu-buru mengalokasikan seluruh dana sekaligus.

Baca Juga: Bitcoin Terkoreksi Usai Keputusan The Fed, Investor Harus Mewaspadai Risiko

Strategi yang dapat diterapkan adalah pembelian bertahap melalui metode dollar-cost averaging (DCA), terutama pada aset berkapitalisasi besar dengan Bitcoin sebagai prioritas. Selain itu, investor disarankan tetap menyisihkan sebagian dana dalam bentuk kas maupun stablecoin seperti USDT untuk mengantisipasi peluang maupun volatilitas pasar berikutnya.

Adapun untuk prospek harga Bitcoin hingga akhir tahun, Antony memperkirakan aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut bergerak di rentang US$ 80.000-US$ 95.000.

Proyeksi tersebut didukung dengan catatan level support Bitcoin di kisaran US$ 74.000-US$ 76.000 tetap terjaga. Jika stabilitas pasar dan aliran dana institusi kembali pulih, Bitcoin bahkan berpeluang menguji level US$ 100.000.

Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok ke US$ 77.646, Masalah Keamanan Binance Tekan Pasar Kripto

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×