Reporter: Vivit Dewi | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan aset kripto masih dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Keputusan bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan belum meredakan tekanan di pasar. Tekanan itu di tengah inflasi yang masih tinggi dan sentimen terhadap aset berisiko.
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn mengatakan, investor perlu mencermati perkembangan inflasi dan arah kebijakan The Fed untuk mengantisipasi volatilitas harga aset kripto.
Keputusan mempertahankan suku bunga bukan berarti ketidakpastian pasar langsung berakhir. Investor masih perlu mencermati bagaimana inflasi berkembang dan bagaimana The Fed merespons data ekonomi berikutnya.
"Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga dapat memengaruhi selera risiko investor, termasuk terhadap aset kripto,” ujar Ryan dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).
Mengutip Reuters, respons pasar keuangan secara umum relatif terbatas setelah keputusan The Fed. Sementara itu, kenaikan harga minyak turut membatasi penguatan bitcoin.
Baca Juga: Kinerja Medikaloka Hermina (HEAL) Tertekan, Simak Rekomendasi Sahamnya
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Jumat (29/10) siang, harga Bitcoin berada di kisaran US$ 78.494, melemah 1,99% dalam 24 jam dan 3,89% dalam sepekan. Ethereum juga terkoreksi 2,59% dalam 24 jam ke kisaran US$ 2.249. Ryan mengingatkan investor agar tidak hanya berpatokan pada pergerakan harga harian dalam mengambil keputusan.
“Dalam situasi seperti ini, investor sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu pengumuman atau pergerakan harga harian. Memahami konteks pasar, menentukan batas risiko, dan menyesuaikan strategi dengan kondisi masing-masing menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan secara lebih terukur,” imbuh Ryan.
Di tengah volatilitas pasar, Bittime menyediakan layanan perdagangan berjangka atau futures yang memungkinkan pengguna mengambil posisi long maupun short, dengan fasilitas leverage hingga 25 kali. Namun, penggunaan leverage dapat memperbesar kerugian dan memicu likuidasi apabila persyaratan margin tidak terpenuhi.
Leverage bukan jaminan keuntungan. Trader perlu memahami potensi kerugian, menetapkan batas risiko, dan menggunakan fitur yang tersedia secara bijak sesuai kemampuan finansial serta toleransi risiko masing-masing,” ujar Ryan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














