Reporter: Yuliana Hema | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge mencatat pertumbuhan signifikan dari layanan Internet Rakyat (IRA).
Pendapatan layanan internet berbasis teknologi 5G fixed wireless access (FWA) tersebut mencapai Rp 139,6 miliar pada kuartal III-2026, melonjak 491% dibandingkan kuartal sebelumnya atau quarter-on-quarter (QoQ).
Manajemen Surge menyebut, kontribusi Internet Rakyat telah mencapai sekitar 10% dari total pendapatan konsolidasi WIFI pada kuartal III-2026.
Pencapaian ini diraih sekitar tujuh bulan setelah layanan internet rumah tersebut diluncurkan secara komersial.
Baca Juga: Pendapatan Surge (WIFI) Melonjak 191,85%, Laba Bersih Tembus Rp 478 Miliar
Untuk mendukung ekspansi layanan, WIFI telah mengoperasikan lebih dari 3.100 site FWA di sekitar 94 kota dan kabupaten di Jawa, Maluku, dan Papua. Dari jumlah tersebut, sebanyak 51 kota di Pulau Jawa telah memperoleh cakupan layanan penuh.
Direktur Utama Solusi Sinergi Digital Shannedy Ong mengatakan, kinerja kuartal III-2026 menunjukkan bahwa layanan internet rumah berbasis 5G FWA dengan harga Rp 100.000 dapat berkembang secara komersial.
Menurut dia, jaringan serat optik dan fixed wireless access memiliki peran yang saling melengkapi. Serat optik akan difokuskan di wilayah padat penduduk dan layak secara pembangunan infrastruktur, sedangkan 5G FWA menyasar wilayah yang belum terjangkau jaringan serat optik.
“Prioritas kami saat ini adalah mengubah jaringan yang telah kami bangun menjadi pelanggan aktif yang puas dan menghasilkan,” ujar Shannedy dalam keterangan resmi, Jumat (30/10).
WIFI menargetkan pembangunan sekitar 5.500 site FWA dan cakupan 3,5 juta homes passed untuk layanan fiber to the home (FTTH) hingga akhir 2026.
Hingga 30 September 2026, perusahaan telah memiliki lebih dari 2.000 site FWA dan 3,2 juta homes passed FTTH.
Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok ke US$ 77.646, Masalah Keamanan Binance Tekan Pasar Kripto
Dengan demikian, perusahaan masih perlu memperluas jaringan FWA untuk mencapai target akhir tahun.
Memasuki kuartal IV-2026, WIFI akan memprioritaskan percepatan aktivasi pelanggan, peningkatan utilisasi jaringan yang telah dibangun, serta penguatan kualitas layanan.
Shannedy menegaskan, fase berikutnya bukan semata-mata memperluas jangkauan jaringan, melainkan mengoptimalkan kapasitas infrastruktur yang sudah tersedia.
"Fase berikutnya adalah soal utilisasi, bukan hanya perluasan jangkauan. Setiap site dan setiap home passed yang telah kami bangun adalah kapasitas yang kini dapat kami optimalkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














