Reporter: Alya Fathinah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar aset kripto bergerak volatil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang memicu ketidakpastian di pasar keuangan.
Berdasarkan situs Coinmarketcap.com, dalam 24 jam terakhir hingga Senin (9/3) pukul 14.38 WIB bitcoin secara harian mengalami penurunan sebesar 0,11% menjadi US$ 69.546, Ethereum dalam sehari turun 0,58% menjadi US$2.020, Solana dalam sehari turun 0,17% menjadi US$ 85,56.
Analis Reku, Andri Fauzan menyebut faktor utama yang mendorong pergerakan harga kripto adalah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat yang menjadi penentu utama likuiditas global.
Baca Juga: Jelang Libur Lebaran, Investor Disarankan Perbesar Saham Defensif
Selain itu, konflik geopolitik yang menyebabkan harga minyak tinggi dan dolar Amerika Serikat (AS) menguat turut memberikan dukungan terhadap harga kripto.
Andri menambahkan, arus masuk dana ke produk ETF kripto serta akumulasi oleh investor institusi menjadi faktor yang menopang permintaan.
Menurut Andri, kondisi pasar global saat ini dapat mendorong kenaikan maupun menekan harga aset digital.
"Campuran, tapi cenderung menekan jangka pendek akibat inflasi lengket, suku bunga tinggi lama, risiko resesi sekitar 35%, risk-off sentiment," ujar Andri kepada Kontan pada Rabu (11/03/2026).
Di sisi lain, Andri menilai adanya potensi kenaikan jangka menengah jika inflasi melandai, bank sentral AS mulai memangkas suku bunga, dan tensi geopolitik mereda.
Sementara itu, Co-founder CryptoWatch dan Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir, menyebut saat ini pasar kripto sedang mengalami kekosongan katalis.
"Pelaku pasar juga sedang risk-off dikarenakan ketidakpastian geopolitik yang ada saat ini, sehingga pasar kripto akan cenderung lebih terkonsolidasi," kata Christopher.
Christopher menilai di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik seperti saat ini membuat pasar lebih berhati-hati, alih-alih berspekulasi.
Baca Juga: Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Putuskan Tebar Dividen, Segini Besarannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













