Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Binance mengumumkan investasi ekuitas senilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,78 triliun ke Circle Internet Group, Inc. (NYSE: CRCL), sejalan dengan perpanjangan kemitraan yang sudah ada antara kedua perusahaan kripto tersebut.
Sebagai bursa kripto terbesar di dunia dan raksasa stablecoin, Binance membeli saham Class A Circle dengan nilai US$ 100 juta melalui private placement, dengan harga pembelian yang mendapat diskon 5% dari harga pasar CRCL menjelang penutupan transaksi.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat dan memperpanjang kemitraan strategis kedua perusahaan untuk mempromosikan USDC di seluruh platform global Binance. Kesepakatan baru ini berlaku untuk lima tahun ke depan.
Baca Juga: Investasi Bukan Kejar Cuan Cepat, Cermati Strategi Bos PGEO yang Aman untuk Pensiun
Co-CEO Binance, Richard Teng, bilang bahwa melalui kemitraan yang diperluas ini, Binance akan mendorong adopsi USDC di seluruh platformnya, dengan fokus utama pada pasar negara berkembang.
Sementara itu, Circle akan menyediakan infrastruktur yang mendukung kepemilikan dan penggunaan USDC oleh pengguna Binance.
Richard menyebut, Circle telah membuktikan diri sebagai salah satu penerbit stablecoin paling kredibel di dunia-mulai dari USDC, Arc, hingga infrastruktur yang mengubah cara nilai berpindah lintas negara.
Maka, investasi senilai US$ 100 juta dan komitmen lima tahun ini menunjukkan keyakinan jangka panjang terhadap arah yang mereka bangun.
“Kami ingin turut membangun ekonomi digital yang lebih inklusif, transparan, dan patuh regulasi. Dolar digital yang stabil dan terpercaya seharusnya bisa diakses siapa saja yang punya ponsel, bukan cuma segelintir orang. Itulah arah yang ingin kami wujudkan lewat kemitraan ini,” terang Richard dalam keterangan resmi, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga: Bidik Dana Kelolaan Rp 1 Triliun, Mandiri Investasi Luncurkan ETF Emas XMES
Ada pun Co-founder, Chairman, dan CEO Circle, Jeremy Allaire mengatakan bahwa Binance telah membangun salah satu platform mata uang digital terbesar dan paling dinamis di dunia.
Kondisi ini menjadikannya super app finansial terbesar di internet sekaligus salah satu dompet digital yang paling banyak dipakai untuk stablecoin dolar.
“Ke depan, kami melihat banyak peluang untuk memanfaatkan USDC guna memperluas akses terhadap dolar, mendukung produk tabungan dan investasi digital yang inovatif, serta menjangkau lebih banyak individu dan pelaku bisnis di pasar negara berkembang,” jelas Jeremy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














