kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.835   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.375   97,87   1,56%
  • KOMPAS100 833   11,37   1,38%
  • LQ45 633   7,57   1,21%
  • ISSI 221   4,34   2,00%
  • IDX30 351   3,57   1,03%
  • IDXHIDIV20 434   1,47   0,34%
  • IDX80 95   1,26   1,34%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,55   0,49%

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75%, Begini Prospek Reksadana Pendapatan Tetap


Rabu, 23 September 2026 / 15:48 WIB
BI Pertahankan Suku Bunga 5,75%, Begini Prospek Reksadana Pendapatan Tetap
ILUSTRASI. Keputusan BI menahan BI rate di 5,75% menjadi perhatian bagi pasar reksadana pendapatan tetap, di tengah pergerakan dana kelolaan yang masih turun(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 23 September 2026. Keputusan tersebut menjadi perhatian bagi pasar reksadana pendapatan tetap (RDPT), terutama di tengah pergerakan dana kelolaan yang masih menurun setelah sempat mencapai level tertinggi pada awal tahun.

Sebagai informasi, melansir data Infovesta, dana kelolaan atau nilai aktiva bersih (NAB) industri RDPT tercatat Rp 209,91 triliun pada Agustus 2026. Angka tersebut turun sekitar 17,6% dibandingkan posisi tertinggi pada Februari 2026 yang mencapai Rp 254,88 triliun.

Penurunan NAB RDPT mulai terlihat sejak Maret 2026, ketika BI-Rate masih berada di level 4,75%. Setelah itu, BI menaikkan BI-Rate menjadi 5,25% pada Mei, 5,50% pada 9 Juni, hingga 5,75% pada 18 Juni.

Baca Juga: United Tractors (UNTR) Lanjut Buyback Saham hingga Rp 2 Triliun

Pada periode tersebut, NAB RDPT juga terus menurun. Dari Rp 254,88 triliun pada Februari, NAB turun menjadi Rp 241,19 triliun pada Maret, Rp 239,26 triliun pada April, Rp 231,01 triliun pada Mei, hingga Rp 214,76 triliun pada Juni.

Direktur Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan, kenaikan suku bunga dapat menekan harga obligasi yang menjadi aset dasar RDPT. Pasalnya, harga obligasi dan tingkat suku bunga bergerak berlawanan arah.

"Obligasi lama di RDPT memang tertekan saat suku bunga naik, karena harga dan bunga berbanding terbalik. NAB bisa turun jangka pendek," kata Wawan kepada Kontan, Rabu (23/9/2026).

Meski demikian, penurunan harga obligasi tidak serta-merta membuat RDPT kehilangan daya tarik. Wawan mengatakan, RDPT tetap memperoleh pendapatan dari kupon obligasi yang dimilikinya.

Selain itu, tingkat imbal hasil surat utang negara (SBN) yang masih tinggi juga membuka peluang bagi investor maupun dana baru untuk masuk ke instrumen pendapatan tetap.

Wawan menyebut, apabila kenaikan suku bunga hanya berlangsung terbatas, kinerja RDPT hingga akhir tahun berpotensi bergerak relatif datar hingga sedikit positif. Pendapatan kupon dapat membantu mengompensasi tekanan dari perubahan harga obligasi.

"Kalau suku bunga masih naik terbatas, kinerja RDPT hingga akhir tahun cenderung flat sampai sedikit positif, karena kupon mengompensasi harga. Peluang justru di yield yang sudah tinggi untuk investor atau dana baru," ujarnya.

Baca Juga: BI Rate Ditahan, Rupiah Spot Menguat 0,37% ke Rp 17.818 per Dolar AS pada Rabu (23/9)

Sementara itu, Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto mengatakan, kenaikan suku bunga memang dapat tercermin pada penurunan harga obligasi dan kinerja RDPT dalam jangka pendek.

"Apabila rate naik, harga obligasi turun. Hal ini tercermin dari kinerja reksadana pendapatan tetap yang minus baik year to date ataupun satu bulan terakhir ini," kata Rudiyanto.

Namun, penurunan NAB tidak otomatis menunjukkan investor meninggalkan RDPT. Menurut Rudiyanto, perubahan NAB dapat dipengaruhi oleh pergerakan harga aset maupun aktivitas beli dan jual investor.

"Harga turun bukan berarti investor meninggalkan. Posisi investor bisa beli ataupun jual. Yang tidak nyaman dan jual ada, yang beli karena dapat harga murah juga," ujarnya.

Ke depan, Wawan menyebut dampak keputusan suku bunga BI pada September terhadap dana kelolaan industri RDPT baru dapat terlihat pada data bulan berikutnya.

Sementara itu, apabila kinerja RDPT masih mampu berada di atas deposito, instrumen tersebut tetap memiliki daya tarik bagi investor.

Dengan BI-Rate yang kini bertahan di level 5,75%, arah pergerakan imbal hasil obligasi, kondisi pasar surat utang, serta arus dana investor akan menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati terhadap kinerja RDPT hingga akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×