kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45802,94   -8,65   -1.07%
  • EMAS1.065.000 1,04%
  • RD.SAHAM 0.85%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

BI pangkas suku bunga acuan, kenaikan IHSG masih terbatas


Kamis, 16 Juli 2020 / 21:20 WIB
BI pangkas suku bunga acuan, kenaikan IHSG masih terbatas
ILUSTRASI. Penurunan BI7DRR ini dapat berefek positif tapi terbatas ke pasar obligasi dan saham.

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) menjadi 4% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Juli 2020. Dengan begitu, ini menjadi kali keempat penurunan suku bunga acuan sepanjang 2020.

Pertama, BI memangkas BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada Februari 2020, dari 5% menjadi 4,75%. Kemudian, BI menurunkannya lagi sebesar 25 bps menjadi 4,50% pada Maret 2020. Pemotongan BI7DRR yang ketiga terjadi pada Juni 2020, yakni sebesar 25 bps menjadi 4,25%.

Analis sekaligus Ekonom Kresna Sekuritas Etta Rusdiana mengatakan, penurunan ini dapat menjadi katalis positif bagi pasar saham. Pemangkasan suku bunga acuan BI juga memberi ruang tambahan bagi pasar obligasi.

Baca Juga: Wall Street terpangkas lonjakan kasus corona meski penjualan ritel naik

Pasalnya, pemangkasan suku bunga akan berefek pada penurunan imbal hasil (yield) obligasi. "Penurunan yield obligasi bertenor 10 tahun akan menjadi katalis positif bagi pasar," kata Etta saat dihubungi Kontan.co,id, KamisĀ (16/7).

Meskipun begitu, keputusan BI yang kembali menurunkan suku bunga ini lebih cepat dari perkiraannya. Menurut dia, penurunan suku bunga yang terlalu cepat justru meningkatkan risiko bagi nilai tukar rupiah. "Mengingat, Indonesia masih membutuhkan capital inflow untuk menjaga cadangan devisa," ucap Etta.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama juga mengamini, penurunan BI7DRR ini dapat berefek positif ke pasar obligasi dan saham. Akan tetapi, dia memprediksi, kenaikan IHSG masih akan terbatas.

Baca Juga: BI pangkas suku bunga acuan, ini efeknya bagi IHSG

Pasalnya, investor membutuhkan dampak dari kebijakan fiskal yang diyakini dapat lebih menggerakkan ekonomi dan berpeluang meningkatkan pendapatan emiten. "Kebijakan moneter seperti penurunan suku bunga acuan ini mungkin akan berpengaruh tapi tidak terlalu signifikan," kata Okie.

Salah satu kebijakan fiskal yang menjadi penantian investor adalah terserapnya anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) secara optimal. Sebagaimana diketahui, sebagian program PEN dilakukan melalui pemberian insentif perpajakan, stimulus permintaan di sektor pariwisata, subsidi bunga untuk UMKM dan ultra mikro, hingga penempatan dana pemerintah di perbankan dalam rangka restrukturisasi.

Oleh karena itu, ke depannya, dia melihat investor akan kembali mengambil sikap wait and see. "Masih ada potensi naik bagi IHSG tapi terbatas. Kecenderungan IHSG untuk turun masih cukup besar," ucap Okie. Menurut dia, IHSG membutuhkan pemacu positif lainnya yang mampu membawa IHSG untuk bertahan di atas level 5.100.

Baca Juga: Memasuki area jenuh beli, IHSG diprediksi turun lagi pada Jumat (17/7)

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×