kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Belum Cetak Laba, RANC Putuskan Absen Bagikan Dividen Tahun Buku 2025


Kamis, 04 Juni 2026 / 18:36 WIB
Belum Cetak Laba, RANC Putuskan Absen Bagikan Dividen Tahun Buku 2025
ILUSTRASI. Pembukaan Ranch Market - PT Supra Boga Lestari Tbk (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (3/6).

Langkah ini diambil karena perusahaan masih belum membukukan laba bersih pada periode tersebut dan memilih memfokuskan penggunaan sumber daya untuk memperkuat arus kas perseroan.

Sepanjang tahun 2025, RANC membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 2,91 triliun atau tumbuh 1,41% dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut mendorong laba bruto meningkat menjadi Rp 724 miliar dari Rp 706 miliar pada tahun 2024.

Baca Juga: Harga Batubara Tetap Kuat di Tengah Gejolak Energi Global, Ini Penopangnya

Di sisi lain, total ekuitas tercatat turun 18% menjadi Rp 265 miliar. Total aset RANC tercatat sebesar Rp 1,18 triliun atau lebih rendah 1,7% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara total liabilitas meningkat 4,2% secara tahunan dari Rp 875,05 miliar menjadi Rp 911 miliar.

Direktur Utama  Supra Boga Lestari Johartono Susilo mengatakan, kondisi ekonomi sepanjang tahun lalu masih diwarnai berbagai tantangan yang turut memengaruhi daya beli masyarakat.

Dalam merespons tantangan ini, perusahaan melakukan analisa mendalam dan pendekatan yang sangat berhati-hati dengan tetap melanjutkan komitmen untuk menyediakan produk makanan berkualitas tinggi sesuai dengan kebutuhan konsumen .

“Dan kami merestrukturisasi gerai-gerai yang dipandang tidak lagi berpotensi, dengan tetap mengutamakan kesejahteraan karyawan sebagai bagian dari tanggung jawab jangka panjang kami,” ujar Johartono, Rabu (3/6). 

Di sisi lain, RANC mencatat tahun 2025 sebagai periode yang penuh dinamika di tengah ketidakpastian ekonomi global. Perseroan menilai pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 2,62% yang cenderung terkonsentrasi pada segmen menengah atas justru menjadi peluang untuk memperkuat fokus bisnis di segmen tersebut.

Dari sisi profitabilitas, RANC berhasil menekan rugi usaha sebesar 51% menjadi Rp 27 miliar dibandingkan Rp 54 miliar pada tahun sebelumnya.

Perseroan juga melanjutkan strategi restrukturisasi gerai guna meningkatkan profitabilitas. Hingga saat ini, RANC mengoperasikan 57 gerai yang terdiri dari lima merek supermarket yakni Ranch Market, Farmers Market, The Gourmet, Day2Day, dan Pasarina. Jumlah ini berkurang dari sebelumnya 60 gerai.

Menurut Johartono, penyesuaian jumlah gerai dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan usaha.

“Pertumbuhan pendapatan, perbaikan, profitabilitas gerai dan efisiensi operasional yang kami capai mencerminkan komitmen kami untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, demi kepercayaan,” tandasnya. 

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Pemerintah Diminta Perbaiki Kebijakan Fiskal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×