kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

BEI Targetkan ETF Emas Meluncur pada Juli 2026


Rabu, 20 Mei 2026 / 19:17 WIB
BEI Targetkan ETF Emas Meluncur pada Juli 2026
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan exchange traded fund (ETF) emas akan segera meluncur dalam waktu dekat. ? (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan exchange traded fund (ETF) emas akan segera meluncur dalam waktu dekat. 

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 BEI, Ignatius Denny Wicaksono mengatakan sudah ada sembilan manajer investasi (MI) untuk penerbitan ETF emas. Dari jumlah tersebut, dua MI sudah menyampaikan dokumen untuk permohonan pencatatan dan tujuh MI lagi masih dalam proses legal review prospektus mereka. 

“Semoga produk ini akan segera muncul dalam satu dua bulan ke depan ya. Mungkin paling cepat di akhir Juni atau sekitar bulan Juli,” ucap Denny dalam konferensi pers, Rabu (20/5/2026). 

Baca Juga: BI Bikin Kejutan Suku Bunga Naik 5,25%! Bagaimana Nasib IHSG?

Denny menambahkan tantangan pengembangan ETF emas adalah mengintegrasikan underlying emas fisik dan ekosistem pasar modal karena ini merupakan produk baru. BEI juga masih dalam tahap diskusi dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan terkait aspek perpajakan ETF emas.

Karena saat ini produk – produk di pasar modal memiliki aturan pajak penghasilan (PPh) final dengan tarif pajak tetap, misalnya pajak obligasi sebesar 10% maupun pajak saham 0,1%. Sementara skema pajak ETF dengan underlying emas disebut belum ada aturan PPh final dengan tarif tetap seperti produk pasar modal lainnya. 

“Untuk underlying emas ini belum ada aturan finalnya, masih berupa capital gain sehingga sedang dicoba simulasi perpajakannya yang masih terus dibahas dengan Direktorat Jenderal Pajak,” jelas Denny. 

Pihak yang terlibat dalam ETF emas ini antara lain manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan yang menyediakan kuotasi jual beli di market. Kemudian terintegrasi dengan ekosistem bullion sebagai penyedia dan penyimpan emas yakni PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Baca Juga: Penguatan Rupiah Pasca BI Rate Naik ke 5,25% Diproyeksi Hanya Sementara, Ini Sebabnya

Denny menjelaskan bahwa manajer investasi dan bank kustodian wajib memverifikasi emas fisik dan akan dilakukan audit secara berkala. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga akan memastikan validitas dan transparansi cadangan emas sesuai unit ETF yang beredar.

“Infrastrukturnya kita bangun bersama, yakni infrastruktur di pasar modal KSEI dan infrastruktur yang ada di bullion. Sehingga aspek pengawasan dan monitoring produknya end to end dilakukan baik dari sisi underlying sampai dengan produk investasi ETF nya di pasar modal,” jelas Denny.

Denny meyakini keberadaan ETF emas dapat menarik minat investasi dari investor ritel maupun investor institusi. Karena menawarkan spread harga yang kompetitif, transparansi harga, dan fleksibilitas transaksi. 

Histocical performance emas bisa mengungguli return banyak aset kelas yang ada. Korelasi investasi emas terbilang rendah dengan kelas aset lainnya, memberikan manfaat diversifikasi yang signifikan dan meningkatkan manajemen risiko portofolio,” jelas Denny.

Plt. Presiden Direktur PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) Danica Adhitama mengatakan, ETF Emas menawarkan transparansi yang tidak dimiliki oleh pasar emas fisik atau toko emas kecil. Harga ETF bergerak sejalan dengan harga emas internasional secara presisi.

Selain itu, aset emas fisik yang mendasari (underlying asset) ETF ini diaudit secara berkala, memastikan bahwa setiap unit yang dipegang investor benar-benar didukung oleh emas fisik yang nyata.

Atas dasar itu, prospek ETF emas dan emas digital diprediksi akan terus cerah ke depannya. Integrasi teknologi finansial membuat akses ke pasar emas kini berada dalam genggaman melalui ponsel pintar. 

Menurutnya, pemerintah dan regulator terus mendorong pendalaman pasar modal melalui instrumen-instrumen inovatif seperti ini. "Bagi investor ritel, ini adalah kesempatan untuk melakukan diversifikasi portofolio dengan modal yang terjangkau.

Tidak perlu menunggu punya uang puluhan juta untuk membeli batang emas 10 gram, dengan ETF, berinvestasi bisa dimulai dalam satuan unit yang setara dengan porsi kecil emas namun dengan nilai pertumbuhan yang sama,” jelas Danica.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×