Reporter: Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Dua investor saham ternama di Bursa Efek Indonesia (BEI) untung besar setelah membeli saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK). Harga saham perusahaan di bidang jasa pengurusan transportasi (freight forwarding) ini melesat setelah keduanya melakukan aksi beli.
Harga saham TRUK kembali mencatat penguatan signifikan hingga menyentuh auto rejection atas (ARA) pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Harga saham TRUK ditutup di level Rp1.715 per saham atau naik 9,94% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Harga saham TRUK menguat 45,34% dalam sepekan dan 114,38% dalam sebulan hingga perdagangan Selasa (22/9/2026).
Penguatan tersebut terjadi di tengah perubahan komposisi pemegang saham perseroan setelah Gabriel Rey dan Andry Hakim menguasai total 20% saham TRUK yang sebelumnya dimiliki PT Catur Dharma Anugerah Surya. Gabriel Rey adalah pendiri dan CEO TRIV, salah satu platform pertukaran aset kripto terkemuka dan pionir di Indonesia yang telah hadir sejak 2015.
Baca Juga: Emiten Prajogo Pangestu Ini Akan Bagi Dividen Interim, Harga Saham Masih Anjlok 63%
Gabriel Rey dan Andry Hakim Untung Besar
Perubahan kepemilikan saham TRUK terjadi melalui transaksi yang berlangsung pada 18 September 2026. Gabriel Rey dan Andry Hakim mengambil alih total 87 juta saham atau setara dengan 20% kepemilikan di Guna Timur Raya.
Gabriel Rey menguasai 15% saham TRUK melalui PT Pukul Rata Kanan. Sementara itu, Andry Hakim memiliki 5% saham melalui PT Hakimson Growth Capital.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip sejumlah media, PT Pukul Rata Kanan membeli 65,25 juta saham TRUK pada harga Rp428 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp27,93 miliar.
Adapun PT Hakimson Growth Capital membeli 21,75 juta saham TRUK dengan harga yang sama, yakni Rp428 per saham. Transaksi tersebut bernilai sekitar Rp9,31 miliar.
Dengan demikian, total nilai pembelian saham oleh kedua investor mencapai sekitar Rp37,24 miliar.
Gabriel Rey dan Andry Hakim berpotensi memperoleh keuntungan modal (capital gain) dari kenaikan harga saham TRUK. Dariharga pembelian Rp428 per saham, kini saham TRUK telah naik menjadi Rp1.715 per saham.
Berikut perhitungan potensi keuntungan Gabriel Rey:
65.250.000 saham × (Rp1.715 − Rp428)
= Rp83.976.750.000
Dengan demikian, potensi keuntungan modal Gabriel Rey mencapai sekitar Rp83,98 miliar.
Sedangkan potensi keuntungan Andry Hakim:
21.750.000 saham × (Rp1.715 − Rp428)
= Rp27.992.250.000
Potensi keuntungan modal Andry Hakim mencapai sekitar Rp27,99 miliar.
Tonton: 23.000 Koperasi Merah Putih Siap Beroperasi Oktober, Apa yang Dijual?
Catur Dharma Anugerah Lepas Seluruh Kepemilikan
Dalam transaksi yang sama, PT Catur Dharma Anugerah Surya melepas seluruh kepemilikannya di TRUK sebanyak 87 juta saham.
Mengacu pada informasi yang disampaikan perseroan, penjualan tersebut dilakukan dengan harga Rp428 per saham dan bertujuan untuk rebalancing portofolio.
Setelah transaksi, kepemilikan Catur Dharma Anugerah Surya di Guna Timur Raya berubah dari 20% menjadi 0%. Sementara itu, PT Pukul Rata Kanan dan PT Hakimson Growth Capital masing-masing tercatat memiliki 15% dan 5% saham TRUK.
Baca Juga: Emiten Prajogo Pangestu Ini Akan Bagi Dividen Interim, Harga Saham Masih Anjlok 63%
Daftar Pemegang Saham Signifikan TRUK
Selain dua investor baru tersebut, struktur pemegang saham TRUK juga mencakup sejumlah pemegang saham lainnya.
PT Guna Makmur Raya tercatat memiliki 109,48 juta saham atau setara dengan 25,17% kepemilikan. Sementara itu, Suminto Husin Giman, Suganto Gunawan, dan Suwito masing-masing memiliki 21,75 juta saham atau sekitar 5%.
Direktur Utama TRUK Budi Gunawan dan Komisaris Utama Carolina Kusuma juga tercatat masing-masing memiliki 5% saham perseroan.
Data pemegang saham yang dirangkum Fortune Indonesia per 10 September 2026 mencantumkan Catur Dharma Anugerah Surya dengan kepemilikan 20% sebelum transaksi pengalihan saham tersebut.
Tonton: IHSG Anjlok Hari ini, Berikut 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi (22 September 2026).
Kinerja Keuangan TRUK Semester I-2026
Dari sisi kinerja keuangan, PT Guna Timur Raya Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp19,24 miliar pada semester I-2026, berdasarkan laporan yang dikutip IDXChannel.
Pendapatan tersebut tercatat menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp19,62 miliar.
Sementara itu, perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp3,76 miliar pada semester I-2026. Angka tersebut lebih besar dibandingkan rugi bersih Rp3,13 miliar pada semester I-2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














