kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Wall Street: Nasdaq Catat Rekor Penutupan Tertinggi Lagi, Saham AI Melonjak


Rabu, 23 September 2026 / 05:15 WIB
Wall Street: Nasdaq Catat Rekor Penutupan Tertinggi Lagi, Saham AI Melonjak
ILUSTRASI. Indeks S&P 500 ditutup stagnan, Nasdaq menguat 0,45%, Dow melemah 0,36% dengan saham perangkat lunak turun seiring meningkatnya persaingan (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street ditutup bervariasi dengan indeks Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi, didorong oleh saham Micron Technology dan saham-saham terkait AI lainnya. Di sisi lain, indeks S&P 500 bergerak tepat di bawah rekor tertinggi, di tengah harga minyak yang diperdagangkan di kisaran US$ 100 per barel.

Selasa (22/9/2026), Indeks S&P 500 ditutup relatif stagnan di level 7.764,64, indeks Nasdaq Composite menguat 0,45% menjadi 27.244,28 dan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,36% ke 51.863,69.

Dengan posisi tersebut, indeks Nasdaq mencatatkan rekor penutupan tertinggi untuk kali kedua secara berturut-turut.

Baca Juga: Strategi Menata Portofolio Investasi di Era Suku Bunga Tinggi

Enam dari 11 sektor pada indeks S&P 500 mengalami penurunan, dipimpin oleh sektor keuangan yang turun 1,68%, diikuti oleh penurunan 0,8% pada sektor layanan komunikasi.

Posisi indeks S&P 500 kali ini berada kurang dari 0,5% di bawah rekor penutupan tertingginya yang dicapai pada 13 Agustus.

Saham perusahaan cip melanjutkan kenaikan baru-baru ini, sementara saham perangkat lunak yang terkait dengan konsumen mengalami penurunan. Investor menyoroti sambutan positif terhadap asisten AI milik Meta Platforms, yang diluncurkan bulan ini dan mampu mengirim email serta menyelesaikan transaksi atas nama pengguna.

Kesuksesan asisten AI bernama Muse ini telah memicu kenaikan saham cip terkait AI dalam beberapa hari terakhir. Namun, ada kekhawatiran bahwa teknologi ini dapat bersaing dengan peritel, perusahaan pialang daring, dan perusahaan konsumen lainnya.

Pada hari Senin, Amazon memblokir agen tersebut agar tidak dapat berbelanja di platformnya.

"Banyak saham teknologi yang turun hari ini akibat berbagai kekhawatiran terkait Muse," ujar Jed Ellerbroek, manajer portofolio di Argent Capital Management.

"Orang-orang khawatir Muse akan digunakan untuk mengelola urusan asuransi, memesan perjalanan, dan mencari barang untuk dibeli."

Saham aplikasi layanan transportasi daring Uber Technologies dan Lyft masing-masing turun lebih dari 1%, dengan saham Charles Schwab turun 6,1% dan Airbnb melemah 3%.

Di sisi lain, saham Micron melonjak 5% dan Sandisk naik hampir 7%.

Baca Juga: Saham-Saham Ini Banyak Ditadah Asing Saat IHSG Ambruk 1,68% ke 6.277, Selasa (22/9)

Harga minyak bergerak fluktuatif di kisaran US$ 100 per barel, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun berada di sekitar 4,94% setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan dalam pidatonya di Majelis Umum PBB bahwa ia dapat "memusnahkan Republik Islam" jika tidak ada kesepakatan yang dicapai untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Investor juga menantikan pertemuan puncak AS-Tiongkok pada hari Kamis, dengan para pedagang berspekulasi bahwa gencatan senjata perdagangan dengan Beijing dapat diperpanjang dan pembicaraan mungkin akan menyinggung soal regulasi kecerdasan buatan (AI).

"Yang diharapkan orang-orang setidaknya adalah dimulainya percakapan yang mungkin bisa menghasilkan semacam kerangka kerja global, alih-alih saling bertikai..." ujar Joe Saluzzi, kepala riset struktur pasar ekuitas di Themis Trading.

Saham JPMorgan Chase dan Wells Fargo sama-sama turun lebih dari 3%.

Presiden Federal Reserve Boston Susan Collins menyatakan, dukungannya terhadap kenaikan suku bunga pekan lalu dengan alasan adanya risiko inflasi.

Baca Juga: IHSG Ambles 1,68% ke 6.277, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing, Selasa (22/9)

Presiden Fed New York John Williams mengatakan bahwa kerangka kerja The Fed untuk mengendalikan suku bunga jangka pendek telah efektif dalam mendukung pasar keuangan.

Para pedagang melihat adanya peluang sebesar 53% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya sebesar 25 basis poin pada bulan Oktober, menurut data FedWatch Tool dari CME Group.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×