kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BEI: Investor asing masih khawatirkan volatilitas


Minggu, 13 Agustus 2017 / 17:59 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut positif komitmen pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam membangun pasar modal Indonesia. Menurutnya, kerja sama yang positif tersebut, bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas pasar modal Indonesia.

Tito Sulistyo Direkut Utama BEI menyatakan hal itu nampak dari beberapa regulasi yang dibuat oleh pemerintah. Diantaranya seperti bertambahnya pilihan instrumen pembiayaan kepada suatu perusahaan. "Terlihat sekali kerja sama ini, saya sangat senang," kata Tito usai kegiatan Stockcode Fun Walk 2017 di BEI, Minggu (13/8).

Untuk ke depan, ada beberapa hal strategis yang akan dilakukan oleh bursa. Diantaranya menambah jumlah emiten berkualitas, memperkuat posisi broker, dan melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pasar modal. "Setiap tahun itu 3.700 kali edukasi," lanjutnya.

Dia melanjutkan, salah satu resiko yang masih menjadi kekhawatiran pelaku investor asing untuk masuk di Indonesia yakni soal volatilitas nilai tukar uang. Hal ini bisa menjadi ganjalan untuk mengembangkan industri pasar modal.

"Namun, pak Wimboh sudah bicara mengenai hedge (lindung nilai) untuk investor yang masuk ke Indonesia. Kalau ini sudah jalan, maka clear," katanya.

Saat ini, konsep hedging investment tersebut sedang dibangun melalui penggodokan aturan yang ada. Intinya dalam konsep tersebut, meng-hedge investasi asing yang masuk ke Indonesia, sehingga volatilitas rupiah tidak mempengaruhi investasi mereka.

"Mereka (investor asing) bilang gini, naik turun harga mereka bisa prediksi. Namun volatilitas dari currency suatu negara itu mereka bingung," kata Tito.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×