kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.976   64,00   0,36%
  • IDX 6.001   -70,20   -1,16%
  • KOMPAS100 773   -11,68   -1,49%
  • LQ45 593   -8,56   -1,42%
  • ISSI 208   -2,64   -1,25%
  • IDX30 329   -4,18   -1,26%
  • IDXHIDIV20 420   -4,62   -1,09%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,87   -0,76%
  • IDXQ30 108   -0,99   -0,92%

WIKA Optimistis Kinerja Membaik Jika KCIC Diambil Alih Pemerintah


Kamis, 01 Oktober 2026 / 13:46 WIB
WIKA Optimistis Kinerja Membaik Jika KCIC Diambil Alih Pemerintah
ILUSTRASI. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengaku optimistis kinerja perseroan bisa membaik jika saham kepemilikan BUMN di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) diambil alih  (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengaku optimistis kinerja perseroan bisa membaik jika saham kepemilikan BUMN di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) diambil alih oleh Kementerian Keuangan.

Direktur WIKA, Mulyadi mengatakan, saat ini ekuitas perseroan masih negatif. KCIC pun turut menghasilkan return yang negatif terhadap kinerja konsolidasi WIKA.

“Profit and loss WIKA itu berdampak negatif atas konsolidasi KCIC,” ujarnya dalam Public Expose WIKA, Kamis (1/10/2026).

Sehingga, apabila KCIC ini jadi diambil alih oleh pemerintah via Kementerian Keuangan, maka secara langsung atau tidak langsung akan meningkatkan kinerja keuangan WIKA.

Sebagai gambaran, rencana pengalihan itu disebut sebagai bagian dari skema restrukturisasi pembiayaan proyek kereta cepat Whoosh.

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Minta Restu Restrukturisasi Surat Utang Rp 10,2 Triliun pada 2026

Porsi kepemilikan Indonesia saat ini ada di kisaran 60% pada PT KCIC, dengan 40% sisanya dimiliki konsorsium asal China.

Kepemilikan Indonesia di PT KCIC dipegang oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang merupakan konsorsium beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (KAI), WIKA, PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Perkebunan Nusantara VIII.

Di PSBI, WIKA menggenggam saham 33,36% dan JSMR memiliki 7,08%. Per kuartal I 2026, WIKA menanggung cost overrun Rp 5,02 triliun dan harus menderita rugi Rp 1,8 triliun per tahun dari KCIC.

“Mudah-mudahan pengambilalihan KCIC ini bisa terjadi di tahun 2026, sehingga nanti akhir 2026 kinerja keuangan WIKA akan semakin bagus,” paparnya.

 

Direktur WIKA, Vera Kirana menambahkan, perseroan bersama Kereta Api Indonesia (KAI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PTPP saat ini sudah melakukan due diligence terkait kepemilikan saham masing-masing di PSBI.

Dalam proses pengambilalihan ini, sesama pemegang saham juga berkoordinasi dengan Danantara, BP BUMN, dan Kementerian Keuangan.

“Proses akuisisinya masih ongoing dan saat ini sudah berproses due diligence,” ungkapnya dalam kesempatan yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×