kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.996.000   8.000   0,27%
  • USD/IDR 16.977   -52,00   -0,31%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

BI Tahan Suku Bunga 4,75%, IHSG Berpotensi Sideways di Tengah Tekanan Global


Rabu, 18 Maret 2026 / 14:55 WIB
BI Tahan Suku Bunga 4,75%, IHSG Berpotensi Sideways di Tengah Tekanan Global
ILUSTRASI. BI tahan suku bunga di 4,75%. Investor harus tahu, ini skenario pergerakan IHSG dari pesimis hingga optimis yang wajib dicermati. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 16–17 Maret 2026. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang menekan stabilitas nilai tukar rupiah.

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menilai langkah BI tersebut lebih bersifat defensif, terutama untuk menjaga stabilitas rupiah yang tertekan akibat eskalasi konflik global, termasuk perang di Iran. Kondisi ini turut mendorong terjadinya capital outflow serta pelemahan rupiah yang mendekati level Rp 17.000 per dolar AS.

"Jadi fokus pasar bukan lagi sekadar growth, tapi shifting ke stabilitas makro dan currency defense," kata Liza kepada Kontan, Selasa (17/3/2026).

IHSG Berpotensi Bergerak Sideways

Dalam konteks pasar saham, keputusan BI untuk menahan suku bunga diperkirakan akan membuat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung sideways dengan kecenderungan defensif. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya tambahan likuiditas serta sikap investor yang masih menunggu kepastian arah kondisi global.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Pasca Libur Lebaran: Simak Prospek BBTN, AMRT, dan EXCL

Liza menguraikan tiga skenario pergerakan IHSG dalam waktu dekat:

Skenario pesimis: Jika sentimen global risk-off berlanjut dan rupiah terus melemah, IHSG berpotensi turun ke kisaran 6.800–6.900.

Skenario moderat: Dengan BI tetap menahan suku bunga dan stabilisasi global yang terbatas, IHSG diperkirakan bergerak di rentang 6.900–7.200.

Skenario optimistis: Jika terjadi de-eskalasi geopolitik dan aliran dana asing kembali masuk, IHSG berpeluang menguat ke level 7.300–7.500.

Aliran Dana Asing Jadi Penentu

Dari sisi aliran dana asing, kebijakan suku bunga BI dinilai sangat krusial dalam menjaga daya tarik aset domestik. Dengan mempertahankan suku bunga pada level yang relatif menarik, BI berupaya menahan arus keluar modal.

Baca Juga: Jadwal Libur Bursa Maret 2026: Ada Nyepi dan Lebaran, Kapan BEI Buka?

Namun demikian, selama volatilitas rupiah masih tinggi dan risiko global belum mereda, aliran dana asing diperkirakan tetap cenderung keluar (net outflow) atau masuk secara sangat selektif.

Liza menekankan bahwa kebijakan moneter saat ini berada dalam posisi yang menantang. Jika BI terlalu dovish, risiko capital outflow bisa meningkat. Sebaliknya, kebijakan yang lebih hawkish dapat membantu menahan arus keluar modal, meskipun berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi.

"Intinya, dalam fase ini, pasar saham Indonesia tidak hanya ditentukan oleh arah suku bunga, tapi oleh seberapa kredibel BI menjaga stabilitas rupiah di tengah shock global," tutup Liza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×