kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Beban listrik menjadi tekanan terbesar SMGR


Selasa, 03 Maret 2015 / 18:33 WIB
ILUSTRASI. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023 PT Bank MAyapada Tbk (MAYA) 


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Laba bersih PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tahun lalu hanya tumbuh 3,72% menjadi Rp 5,65 triliun. Rendahnya pertumbuhan laba bersih tersebut, salah satunya disebabkan adanya pembengkakan beban.

Ahyanizzaman, Direktur Keuangan SMGR mengatakan, beban terberat SMGR adalah kenaikan tarif listrik. Beban listrik SMGR tahun lalu naik hingga 65%. SMGR juga menanggung kenaikan beban transportasi akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

"Selain itu, kami ada beban penyusutan karena membangun pabrik dan mulai mengangsur bunga pinjaman," ungkapnya kepada KONTAN, Selasa (3/3).

Pendapatan SMGR tahun lalu yang tumbuh 10,16% menjadi Rp 26,99 triliun pun tidak mampu mengimbangi kenaikan beban perseroan. Naiknya pendapatan SMGR menurut Ahyanizzaman didorong oleh volume penjualan semen SMGR yang tumbuh 5,3%.

"Kenaikan volume penjualan termasuk anak usaha yang berada di Vietnam," lanjutnya.

SMGR sebelumnya sempat optimis pertumbuhan volume penjualan semen dalam negeri akan berada di  kisaran 7% tahun 2014. Namun target perseroan ternyata meleset. Pasalnya, banyak pengusaha yang wait and see karena situasi politik dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×