kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Banting setir, SMMT targetkan pendapatan naik 10%


Kamis, 13 September 2012 / 16:16 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di layar monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (16/10). ./pho KONTAN/Carolus Agus waluyo/16/10/2020.


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Setelah mengubah bisnis inti ke pertambangan batubara, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 10% pada akhir tahun ini. Sekadar informasi, pendapatan SMMT pada akhir tahun lalu adalah Rp 28,4 miliar.

Direktur Utama SMMT Hendra Surya menuturkan, pihaknya masih menata usaha di sektor yang baru ini. "Untuk tahun ini, pendapatan kami baru berasal dari akuisisi PT International Prima Coal (IPC), tambang batubara di Kalimantan Timur," jelas Hendra, Kamis (13/9).

Dia melanjutkan, karena proporsi kepemilikan saham SMMT kepada IPC hanya 38%, maka pendapatannya masih belum terlalu besar. Untuk tambang batubara di IPC, sudah berproduksi lebih dari 580 ribu ton sampai bulan Agustus lalu.

"Kami optimistis produksi batubara IPC bisa mencapai 1 juta ton sampai akhir tahun, " kata Hendra. Batubara produksi IPC memiliki kadar kalori 4.500 gar-5.300 gar, dengan asumsi harga batubara US$ 41-US$ 42 per ton.

Sekadar mengingatkan, pada Agustus lalu, SMMT resmi berubah haluan ke bisnis pertambangan batubara dari sebelumnya sektor restoran dan hiburan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×