kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bakal IPO tahun ini, anak usaha Wijaya Karya incar dana segar Rp 2 triliun


Jumat, 17 Januari 2020 / 20:19 WIB
Bakal IPO tahun ini, anak usaha Wijaya Karya incar dana segar Rp 2 triliun
ILUSTRASI. Pameran WIKA Realty di JCC. Wijaya Karya Realty akan melepas 35% saham ke publik dengan target perolehan dana segar Rp 2 triliun.

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), yakni PT Wijaya Karya Realty akan melaksanakan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada semester I-2020. Direktur Utama WIKA Tumiyana mengatakan, Wijaya Karya Realty akan melepas 35% saham ke publik dengan target perolehan dana segar Rp 2 triliun.

Menurut dia, rencana IPO anak usaha WIKA ini sudah mendapat izin dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sementara itu, rencana IPO PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi masih dalam kajian.

Baca Juga: Antonius Kosasih diangkat jadi Dirut Taspen, ini rekam jejaknya

Terkait siapa yang akan menjadi penjamin pelaksana efek maupun lembaga penunjang lainnya dalam IPO ini, Tumiyana belum bisa mengungkapkan hal tersebut. "Sekarang lagi tender untuk lembaga penunjang dan underwriter. Dua bulan lagi keluar," kata dia di Jakarta, Jumat (17/1).

Dana hasil IPO anak usaha tersebut akan WIKA gunakan untuk belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun 2020. Sebagai informasi, WIKA menganggarkan capex sebesar Rp 11,5 triliun pada tahun ini. WIKA akan memanfaatkan dana tersebut untuk penyertaan modal di entitas anak dan pengembangan usahanya di bidang properti, energi, dan infrastruktur.

Baca Juga: Ada kas masuk Rp 10 triliun, Wijaya Karya (WIKA) proyeksikan arus kas 2019 positif

Selain IPO, capex tahun ini juga akan bersumber dari kas internal dan pinjaman bank. "Sebesar 30% dari internal dan 70% dari lembaga keuangan," ucap Tumiyana.

Berdasarkan catatan Kontan.co.id, BUMN ini juga berencana untuk menerbitkan perpetual notes pada tahun ini. Akan tetapi, waktu pelaksanaan dan jumlahnya masih dalam kajian.




TERBARU

Close [X]
×