kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bahana tangani IPO Bank Jatim


Rabu, 18 April 2012 / 13:22 WIB
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah di BCA hari ini Kamis 15 April, intip sebelum tukar valas/pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/01/07/2019


Reporter: Anna Suci Perwitasari |

JAKARTA. Bahana Securities akan menangani dua penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) di semester satu ini.

"Yang pertama adalah Bank Jatim dan satu lagi perusahaan swasta yang bergerak di sektor chemical," kata Direktur Utama Bahana Securities Eko Yuliantoro saat ditemui di Jakarta, Selasa (17/4) malam.

Kedua IPO tersebut paling lambat akan dilaksanakan pada Juni mendatang mengingat keduanya menggunakan buku Desember untuk hajatan tersebut. "Sebentar lagi kami akan masukan dokumennya ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Tapi karena menggunakan buku Desember jadi Juni diharapkan sudah listing," tambah Eko.

Dalam menangani IPO Bank Jatim, Bahana akan ditemani oleh Mandiri Sekuritas. Rencananya perbankan daerah tersebut berniat melepas saham baru yakni maksimal 25% dengan target perolehan dana sebesar Rp 1 hingga 2 triliun.

Sementara untuk IPO perusahaan yang bergerak di sektor chemical, Bahana akan menjalankannya bersama-sama dengan CIMB Securities. Rencananya dana yang diperoleh dari hajatan tersebutpun mencapai lebih dari Rp 1 triliun. "Pendapatannya tahun lalu saja sekitar Rp 3 hingga 4 triliun," ungkap Eko.

Selain sudah mendapatkan mandat atas dua perusahaan tersebut, Bahana juga tengah menjajaki dua perusahaan lainnya yang memang berminat untuk IPO. "Di pipeline kami ada dua perusahaan lagilah paling tidak, yaitu di sektor infrastruktur dan satu lagi adalah di sektor plantation," jelasnya.

Sayangnya Eko masih enggan menyebut berapa target dana yang diincar kedua perusahaan tersebut saat menggelar IPO, mengingat keduanya masih belum mengetahui akan menggunakan buku apa saat memulai proses penawaran umum saham perdana itu. Yang jelas perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan tadi merupakan bagian dari sebuah grup besar yang memiliki lahan perkebunan di kawasan Sumatera dan Kalimantan. Diperkirakan target emisi yang akan dijajaki perusahaan tersebut sekitar Rp 2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×