kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.222   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.107   -22,97   -0,32%
  • KOMPAS100 961   -5,51   -0,57%
  • LQ45 687   -4,03   -0,58%
  • ISSI 257   -1,74   -0,67%
  • IDX30 379   -2,57   -0,67%
  • IDXHIDIV20 465   -6,38   -1,35%
  • IDX80 108   -0,59   -0,55%
  • IDXV30 136   -1,32   -0,96%
  • IDXQ30 121   -1,18   -0,97%

ARPU dan Ekspansi Jaringan Dorong Kinerja ISAT, Cek Rekomendasi Sahamnya


Senin, 27 April 2026 / 18:07 WIB
ARPU dan Ekspansi Jaringan Dorong Kinerja ISAT, Cek Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Pelayanan pelanggan di gerai Indosat Ooredoo, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek kinerja PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) dinilai masih berada dalam jalur pertumbuhan positif pada 2026, meski lajunya diperkirakan lebih moderat dibandingkan periode awal pasca-merger.

Analis KB Valbury Sekuritas Steven Gunawan menyebut, memasuki tahun buku 2026 ini kinerja ISAT diperkirakan masih akan ditopamg oleh pertumbuhan layanan data, seiring ekspansi jaringan dan peningkatan kualitas layanan yang terus dilakukan.

Pendapatan dari segmen data diproyeksikan tumbuh 7,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 46,7 triliun, didorong oleh jumlah pelanggan yang relatif stabil di level 93,7 juta serta kenaikan trafik sebesar 8,3% YoY menjadi 19.120 petabyte (PB).

Baca Juga: Kinerja Reksadana Pasar Uang Masih Unggul, Pendapatan Tetap Berpeluang Bangkit

Kondisi ini mencerminkan yield yang tetap terjaga di kisaran Rp 2.440 per MB, disertai peningkatan average revenue per user (ARPU) secara moderat menjadi Rp 44.900.

“Di sisi lain, potensi tambahan pertumbuhan juga terbuka dari layanan fixed broadband (FBB), dengan jumlah pelanggan yang diperkirakan meningkat 6,6% YoY, seiring tingkat penetrasi yang masih rendah di pasar domestik,” ujar Steven dalam riset 6 April 2026.

Ada pun Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyebut, kinerja ISAT ke depan salah satunya dapat disokong oleh efisiensi biaya operasional. Dengan strategi bisnis yang lebih matang, margin EBITDA berpotensi menjadi lebih sehat ke depan.

Nafan juga bilang, sejumlah katalis yang dapat menopang kinerja ISAT antara lain perbaikan ARPU. Selain itu, penyesuaian harga layanan, ekspansi bisnis di segmen kecerdasan buatan (AI), multimedia (MIDI), hingga pengembangan pusat data (data center) juga turut menyokong.

Lebih lanjut rencana pengembangan infrastruktur melalui skema seperti FiberCo, yang mana merupakan platform serat optik digital joint venture antara ISAT dengan Arsari Group dan Northstar Group, juga dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Kebijakan pembagian dividen bagi pemegang saham ISAT juga menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

Tak sampai situ saja, Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Etta Rusdiana Putra, dalam riset 10 Februari 2026 mencatat perbaikan ARPU terus berlanjut pada kuartal IV 2025, yang mana menjadi Rp 44.000 per bulan, dengan jumlah pelanggan mencapai 93,7 juta.

Dengan kondisi saat ini, dia memprediksi ARPU bisa meningkat ke Rp 45.000 - Rp 47.000 dengan asumsi jumlah pelanggan sekitar 91 juta pada tahun 2026 hingga 2027.

Sementara itu, persaingan 5G semakin intens. Indosat telah mengoperasikan sekitar 6.872 BTS 5G pada 2025 dan telah hadir di 24 kota. Perusahaan juga mengembangkan layanan FWA melalui Indosat HiFi untuk menghadapi kompetisi.

Namun demikian, Nafan mengingatkan sejumlah risiko yang perlu dicermati, seperti potensi kenaikan biaya lisensi spektrum serta tekanan dari kondisi makroekonomi,

“Sentimen negatifnya sih pasti spektrumnya bukan biaya license ya. Lalu juga ada kondisi makro terkait dengan dinamika pelemahannya tukar rupiah. Lalu juga tertekan sentimen negatif dari lembaga pemeringkat global terhadap pasar modal Indonesia,” jelas Nafan saat dihubungi Kontan, Senin (27/4/2026).

Dari sisi pendapatan, kinerja ISAT diproyeksikan tetap ditopang oleh optimalisasi belanja modal (capex) besar yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, strategi ekspansi di luar Pulau Jawa diharapkan mampu meningkatkan monetisasi layanan data.

Melansir laporan keuangan, ISAT membukukan pendapatan sebesar Rp 56,52 triliun pada 2025, tumbuh 1,1% secara tahunan. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bahkan melonjak 12,2% secara tahunan menjadi Rp 5,51 triliun.

Steven pun memproyeksi kinerja keuangan ISAT masih akan melanjutkan tren pertumbuhan pada 2026, dengan peningkatan baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.

Ia membidik pendapatan ISAT pada 2026 diperkirakan mencapai Rp 59,29 triliun atau naik 4,9% yoy dibanding realisasi tahun 2025. Sementara itu, laba bersih ISAT diproyeksikan meningkat menjadi Rp 6,02 triliun pada 2026, atau naik sekitar 9,2% secara tahunan.

Nafan juga mengatakan pertumbuhan laba ISAT tahun ini diperkirakan tetap solid, meskipun tidak seagresif sebelumnya. Buat pertumbuhan labanya, Nafan pun melihat ISAT masih akan tumbuh di kisaran single digit hingga double digit, dengan batas atas sekitar 12% di tahun ini.

Setelah melihat faktor-faktor di atas, Nafan memberikan rekomendasi kepada investor untuk Buy saham ISAT dengan target harga Rp 2.200 per saham.

Kemudian Steven juga memberikan rekomendasi untuk Buy saham ISAT dengan target harga Rp 2.500 per saham, dan juga Etta merekomendasikan Buy ISAT dengan target Rp 2.500 per saham.

Baca Juga: AKR Corporindo (AKRA) dan BOLT Bakal Bagi Dividen Tunai, Simak Rekomendasi Sahamnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×