kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

APEI: Online trading tambah risiko rekayasa saham


Senin, 04 Februari 2013 / 12:47 WIB
ILUSTRASI. A police car sits outside the Evergrande Center of China Evergrande Group in Shanghai, China, September 24, 2021. REUTERS/Aly Song


Reporter: Issa Almawadi |

JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menyatakan pengawasan transaksi bursa semakin penting sejak kehadiran online trading. Sebab. tak bisa dipungkiri, online trading semakin meningkatkan aktivitas rekayasa transaksi yang terjadi di bursa. 

Pernyataan ini diungkapkan Koordinator Ketua Umum APEI, Lily Widjaja kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/2). "Intinya, perusahaan efek harus semakin bekerja keras dengan adanya online trading," ucap Lily.

Lily mencontohkan, sejak ada online trading, para nasabah bisa langsung mengeksekusi transaksi dengan hanya melewati sistem perusahaan efek. Dari situ, muncul rekayasa-rekayasa transaksi, seperti transaksi semu (wash sale), marking the close, mencipatakan pasokan dan permintaan palsu, front running, dan transaksi dengan nilai dan volume yang tak biasa.

"Dengan rekayasa transaksi itu, nanti perusahaan efek yang kena. Karena otoritas bursa kan tidak bisa langsung menyentuh nasabah," tambah Lily.

Lily pun mengakui, saat ini rekayasa transaksi mudah terdeteksi pada perdagangan seusai penutupan bursa, terutama karena adanya sistem pre closing. Namun secara keseluruhan, dia merasa, sistem pengawasan baik dari otoritas bursa maupun perusahaan efek sudah semakin meningkat.

"Itu bisa terlihat dari data pengumuman transaksi tidak wajar (unusual market activity/UMA), maupun suspensi saham," kata dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×