kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Antam baru pakai 23%-24% dana obligasi tahap I


Selasa, 18 September 2012 / 17:45 WIB
Antam baru pakai 23%-24% dana obligasi tahap I
ILUSTRASI. Testing Covid-19 capai 400.000 per hari, kapasitas isolasi terpusat ditambah. Pemerintah mengoperasikan Rumah Susun (Rusun) Nagrak dan Pasar Rumput menampung hingga 10.000 pasien


Reporter: Astri Kharina Bangun |

JAKARTA. Hingga September 2012 PT Aneka Tambang Tbk (ANTM/Antam) sudah menggunakan sekitar 23%-24% dari dana penerbitan Obligasi ANTM I/2011 untuk proyek feronikel Halmahera Timur (Feni Haltim). Nilai Obligasi ANTM I yang terbit November 2011 tersebut mencapai Rp 3 triliun.

"Penyerapan rendah karena proses tender EPC lama. Dananya akan banyak terealisasi setelah pemenang tender ditentukan bulan Oktober," ujar Direktur Keuangan Antam Djaja Tambunan, Selasa (18/9).

Tender tersebut terkait pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di proyek Feni Haltim, seperti smelter, power plant, serta infrastruktur lainnya. Selain dari dalam negeri, peserta tender antara lain berasal dari Korea, Jepang, Denmark, dan Finlandia. Total ada delapan paket proyek yang nantinya akan digabung menjadi satu pabrik feronikel di Halmahera Timur dengan Antam sebagai koordinator.

"Oktober dipilih (pemenang), mulai kuartal pertama tahun depan pembangunan dilakukan," kata Djaja. Proyek FeNi Haltim bernilai US$ 1,6 miliar. Antam mendanai sekitar US$ 1 miliar sedangkan sisanya ditalangi oleh PLN yang mengerjakan proyek power plant di lokasi tersebut.

Sumber dana Antam untuk proyek ini adalah gabungan dari kas internal, pinjaman perbankan, dan penerbitan obligasi berkelanjutan. Obligasi I/2011 merupakan bagian obligasi berkelanjutan yang telah didaftarkan kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sebesar Rp 4 triliun. Perseroan belum memutuskan mengenai penerbitan tahap kedua dari obligasi berkelanjutan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×