kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Analis: Naiknya cadev tak mampu tolong IHSG


Senin, 09 Januari 2017 / 19:50 WIB


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,57% pada perdagangan Senin (9/1) ke level 5.316,36. Ini penurunan pertama pada perdagangan tahun 2017, setelah menguat 1,3% pada akumulasi perdagangan pekan lalu.

Sektor dari infrastruktur dan yang berbasis komoditas pada perdagangan hari ini seperti perkebunan dan pertambanga belum bisa mengangkat indeks secara akumulatif. Terlihat sektor lainnya seperti industri dasar, aneka industri, consumer goods, keuangan, perdagangan, dan manufacturing yang terpantau merah.

Saham-saham yang menjadi penggerak bursa adalah ICBP, TLKM, BNGA, TBIG, BIPI, ADRO, UNTR, BTEK, BSIM, BUMI.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan aksi profit taking yang terjadi di pasar menjadi penekan bursa. Walaupun data rilis data cadangan devisa kita cukup baik dengan peningkatan US$ 4,9 miliar dari bulan sebelumnya menjadi US$ 116,4 miliar.

“Masih belum bisa mengangkat bursa, sentiment dari global juga menekan,” kata Hans kepada Kontan, Senin (9/1).

Dia mengatakan pasar masih dihantui ketidakpastian dari kebijakan fiscal dari cabinet kerja Amerika yang baru, serta melihat statement dari salah satu Gubernur The Fed Negara Bagian Chicago Charles Evans yang melihat adanya kenaikan suku bunga sebanyak 3 kali tahun ini. Sehingga investor saat ini mulai berhati-hati sampai pada tanggal 20 Januari mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×