kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Analis: Hindari saham-saham ekuitas negatif karena secara teknis sudah bangkrut


Selasa, 24 Desember 2019 / 05:16 WIB
ILUSTRASI. Karyawan berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Untuk memperbaiki kinerja keuangan, manajemen MDRN mengatakan bakal fokus menggarap bisnis penyedia solusi manajemen dokumen berbasis teknologi informasi, keamanan dan jaringan.

Selain MDRN, Teguh juga mengomentari soal TAXI. Perusahaan ini tengah santer dikabarkan akan diakuisisi oleh Gojek. Teguh bilang, apabila nanti benar diakuisisi, saham TAXI tetap tidak direkomendasikan. 

Baca Juga: Simak rekomendasi saham TPIA, PWON dan BBTN untuk perdagangan Kamis (26/12)

Asal tahu saja, pada 2017 TAXI sudah mencatatkan rugi Rp 491,39 miliar. Kemudian meningkat di tahun 2018 yang mengalami rugi Rp 836,37 miliar. Hingga kuartal III-2019, perusahaan juga masih mencatatkan rugi bersih Rp 451,42 miliar. 

"Mulai tahun 2014, saya sudah tidak merekomendasikan TAXI, itu sudah sunset industri," jelas dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×