kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Aktivitas Pasar Modal di 2026: IPO Menanti, EBUS dan Rights Issue Moncer


Senin, 09 Maret 2026 / 07:00 WIB
Aktivitas Pasar Modal di 2026: IPO Menanti, EBUS dan Rights Issue Moncer
ILUSTRASI. IPO BEI nihil hingga Maret 2026. Namun, dana Rp 41,41 triliun dari EBUS dan Rp 3,75 triliun dari rights issue sudah terkumpul.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal tahun hingga 6 Maret 2026, belum ada satu pun perusahaan yang menggelar penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Namun penghimpunan dana di instrumen lainnya masih berjalan. 

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menjelaskan meski begitu, telah diterbitkan 37 emisi dari 26 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan yang berhasil dihimpun Rp 41,41 triliun. 

“Kemudian untuk rights issue, per 6 Maret 2026 telah terdapat tiga perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp 3,75 triliun,” jelasnya, Sabtu (7/3/2026). 

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Emiten LQ45 Ini Usai Laba Bersih Turun di Tahun 2025

Di pipeline BEI, kata Nyoman, ada tujuh perusahaan yang sedang mengantre untuk menggelar IPO. Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan, mayoritas calon emiten memiliki aset jumbo di atas Rp 250 miliar sebanyak enam perusahaan. 

Sementara hanya ada satu perusahaan dengan aset skala menengah. Merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK/04/2027, perusahaan dengan aset skala menengah memiliki aset di antara Rp 50 miliar–Rp 250 miliar. 

Sementara di pipeline EBUS, terdapat 20 emisi dari 13 penerbit, yang mayoritas berasal dari sektor keuangan sebanyak lima penerbit. Masing-masing ada dua perusahaan dari sektor energi, industri dan manufaktur. 

Kemudian ada satu penerbit EBUS yang berasal dari sektor bahan baku dan satu perusahaan dari sektor konsumer non siklikal alias konsumer primer. Namun Nyoman tidak membeberkan berapa estimasi dana yang berpotensi dihimpun dari 13 penerbit itu. 

Untuk pipeline rights issue, hanya ada satu perusahaan yang berencana melakukan penghimpunan dana lewat skema ini. Di mana, perusahaan itu berasal dari sektor properti dan real estate.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×