kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Adopsi Kripto Melonjak, Industri Perkuat Sistem Kepatuhan dan Risiko


Kamis, 11 Juni 2026 / 18:00 WIB
Adopsi Kripto Melonjak, Industri Perkuat Sistem Kepatuhan dan Risiko
ILUSTRASI. Pantauan Kripto Octa: Akankah Investor Terus Beli Bitcoin Paska Halving? (Dok/Octa)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pertumbuhan pesat industri aset kripto di Indonesia mendorong pelaku usaha memperkuat sistem keamanan, kepatuhan, dan pengawasan risiko.

Langkah ini dinilai penting agar laju adopsi kripto yang terus meningkat tetap berjalan seiring dengan perlindungan pengguna dan penerapan tata kelola yang lebih ketat.

Salah satu upaya tersebut dilakukan Indodax melalui kerja sama strategis dengan perusahaan analisis blockchain, Chainalysis.

Melalui implementasi solusi Crypto Compliance, Indodax memperkuat kemampuan pemantauan transaksi blockchain secara real-time untuk mendeteksi, menganalisis, dan memitigasi potensi risiko lebih cepat dan akurat.

Baca Juga: Respons Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto, Indodax Dorong Edukasi Investor

Kerja sama ini juga ditujukan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan transaksi, memperkuat sistem kepatuhan, serta mendukung ekspansi operasional tanpa mengabaikan aspek manajemen risiko dan perlindungan pengguna.

CEO Indodax, William Sutanto, menegaskan penguatan infrastruktur kepatuhan menjadi bagian penting dalam membangun industri aset kripto yang lebih sehat dan berkelanjutan.

"Kepercayaan pengguna hanya dapat dijaga melalui transparansi, tata kelola yang baik, serta sistem pengawasan yang kuat," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (11/6/2026).

Langkah tersebut sejalan dengan perkembangan industri kripto nasional yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Berdasarkan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025, Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dalam tingkat adopsi aset kripto.

Baca Juga: Hingga Akhir Maret, Pengguna Indodax Capai 9,8 Juta

Indonesia juga menjadi pasar aset kripto terbesar keempat di Asia berdasarkan nilai transaksi yang diterima, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 103 persen.

Regional Director ASEAN Chainalysis, Diederik Van Wersch, menilai Indonesia merupakan salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Karena itu, peningkatan aktivitas transaksi perlu diimbangi dengan sistem kepatuhan dan pemantauan risiko yang semakin canggih.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dan analisis data blockchain memungkinkan identifikasi aktivitas berisiko secara real-time sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Selain memperkuat pengawasan transaksi, kerja sama Indodax dan Chainalysis juga ditujukan untuk meningkatkan efisiensi proses kepatuhan, mempercepat investigasi internal, serta memperkuat kemampuan mitigasi terhadap aktivitas mencurigakan di jaringan blockchain.

Baca Juga: INDODAX Buka Suara soal Isu Kehilangan Dana Pengguna

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi keamanan dan kepatuhan industri kripto Indonesia di tengah semakin ketatnya standar regulasi global.

Dengan dukungan teknologi blockchain intelligence yang telah digunakan berbagai institusi di dunia, industri kripto nasional diharapkan mampu tumbuh lebih aman, transparan, dan terpercaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×