kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

ADHI incar dua proyek IPP senilai Rp 4,2 triliun


Senin, 21 November 2011 / 14:55 WIB
ILUSTRASI. IHSG sudah melonjak 54,31% dari level terendah tahun ini 3.911,72 pada Maret lalu.


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Perusahaan yang melirik bisnis independent power plant (IPP) kian meningkat. Salah satunya adalah PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Saat ini, ADHI tengah merencanakan dua proyek IPP dengan nilai total mencapai Rp 4,2 triliun.

Direktur Utama ADHI Kiswodarmawan menyebutkan, jika perusahaan telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pupuk Sriwijaya (Pusri) untuk pembangunan power plant di dekat pabrik Pusri. "Kami akan bangun power plant dengan kapasitas 2x25 megawatt," lanjutnya.

Nantinya, power plant tersebut akan memasok listrik ke pabrik baru Pusri. Adapun nilai pembangunan proyek tersebut mencapai Rp 1,2 triliun. Untuk pembangunan power plant itu, ADHI masih menunggu rencana right issue.

Sementara pembangunan pembangkit listrik di Kalimantan Timur saat ini masih memasuki proses tender. Power plant yang memiliki kapasitas 2x100 megawatt tersebut bernilai Rp 3 triliun. "Pada proyek power plant tersebut, kami berkonsorsium dengan tiga perusahaan lainnya. Salah satunya dari Jepang dan kami hanya minoritas kok," tambah Kiswodarmawan.

Selain kedua proyek ini, ADHI berencana juga mengikuti tender untuk pembangunan pembangkit listrik yang diadakan Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Ke depannya kami juga akan ikut tender PLN yang lain," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×