kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Ada FOMC, Rupiah Diperkirakan Mampu Menguat di Pekan Depan


Minggu, 28 Juli 2024 / 16:10 WIB
Ada FOMC, Rupiah Diperkirakan Mampu Menguat di Pekan Depan
ILUSTRASI. Proyeksi pergerakan rupiah di pekan depan


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada Jumat (26/7). Rupiah spot ditutup melemah 0,31% ke Rp 16.301 per dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah JISDOR turun 0,15% ke Rp 16.294 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pelemahan rupiah di pekan lalu terjadi karena berbagai sentimen global dan juga permintaan dolar AS domestik. Dari global akibat perkembangan Produk Domestik Bruto (PDB) AS dan tren penurunan harga nikel.

"Sementara itu, permintaan seasonal dolar AS domestik di akhir bulan diperkirakan menjadi faktor utama lainnya yang mendorong depresiasi rupiah," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (28/7).

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Lanjut Melemah Pada Perdagangan Senin (29/7)

Sepanjang pekan lalu, rupiah cenderung bergerak melemah. Utamanya, dalam dua hari terakhir, sejalan dengan kekhawatiran terkait neraca transaksi berjalan Indonesia, serta permintaan dolar AS dalam negeri.

Sementara untuk pekan depan, rupiah berpotensi menguat pasca rilis pengumuman FOMC. "Kami perkirakan The Fed akan mulai memberikan sinyal timing pemotongan suku bunga pada pengumuman pekan ini," sebutnya.

Ia memprediksi rupiah akan bergerak dengan rentang Rp 16.175 - Rp 16.325 per dolar AS di pekan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×