kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Ada Demo, Persepsi Risiko Investasi (CDS) Indonesia Meningkat


Jumat, 29 Agustus 2025 / 16:09 WIB
Ada Demo, Persepsi Risiko Investasi (CDS) Indonesia Meningkat
ILUSTRASI. Credit Default Swap (CDS) Indonesia naik pada Jumat (29/8/2025). Berdasarkan data Bloomberg, risiko investasi atau Credit Default Swap (CDS) 5 tahun Indonesia meningkat ke level 67,73.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTACredit Default Swap (CDS) Indonesia naik pada Jumat (29/8/2025). Berdasarkan data Bloomberg, risiko investasi atau Credit Default Swap (CDS) 5 tahun Indonesia meningkat ke level 67,73 atau naik 0,38% secara harian.

Ini mengindikasikan persepsi risiko pasar terhadap Indonesia juga meningkat. Imbal hasil obligasi pemerintah pun mengalami peningkatan tipis.

Mengacu Trading Economics, imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun berada di level 6,32% atau naik tipis 0,02 poin dari sesi sebelumnya.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman mengatakan, kenaikan CDS Indonesia ini mencerminkan penyesuaian risiko akibat sentimen politik dan aksi demonstrasi.

“Pasar sedang melakukan re-pricing risiko karena volatilitas rupiah meningkat dan investor menuntut premi tambahan,” katanya kepada Kontan, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga: Risiko Investasi (CDS) Indonesia Naik Seiring Pelemahan Rupiah dan IHSG

Meski demikian, Rizal menilai level CDS Indonesia relatif masih rendah untuk emerging market dengan peringkat BBB. 

Dengan begitu, ia menilai indikasi kenaikan risiko investasi lebih bersifat sentimen jangka pendek. “Bisa mereda jika stabilitas politik dan komunikasi kebijakan cepat dipulihkan,” imbuh Rizal.

Sebagai informasi, pasar saham dan rupiah juga terkoreksi hari ini. Melansir Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp 16.500 atau naik 0,90% pada perdagangan Jumat (29/8/2025).

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut, pelemahan rupiah dan IHSG salah satunya didorong oleh kejadian aksi demonstrasi Kamis (28/8/2025).

“Pelemahan rupiah dan IHSG artinya apa? Bahwa kejadian tadi malam berdampak signifikan terhadap pasar dalam negeri," ujarnya, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga: Dana Asing Terus Keluar, Ekonom Proyeksikan Risiko Investasi (CDS) RI Tetap Terjaga

Selanjutnya: IHSG Anjlok 1,53% ke 7.830 pada Jumat (29/8/2025), SCMA, TOWR, KLBF Top Losers LQ45

Menarik Dibaca: Tips Padu Padan Sepatu Biar Gaya Makin Kekinian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×