INVESTASI
Berita
Indonesia belum akan masuk Asean Linkage

ASEAN LINKAGE

Indonesia belum akan masuk Asean Linkage


Telah dibaca sebanyak 1587 kali
Indonesia belum akan masuk Asean Linkage

KUALA LUMPUR. Indonesia diprediksi belum akan bergabung dalam Asean Linkage dalam waktu dekat. Presiden Direktur Schroder Investment Management Indonesia Michael Tjoajadi menilai, banyak peraturan yang mesti diubah jika Indonesia bergabung dalam integrasi pasar modal Asean.

"Tergabungnya Indonesia tidak akan dalam satu atau dua tahun lagi," kata Michael dalam CIMB Asean Conference 2012 di Kuala Lumpur Rabu (13/6). Dia memprediksi, Bursa Efek Indonesia (BEI) baru akan mempertimbangkan untuk bergabung dalam Asian Community ini pada 2015 mendatang.

"Indonesia masih harus memikirkan beberapa hal seperti OJK. Selain itu, ada pula tantangan dalam mata uang dan beberapa hal lainnya," tambah Michael.

Sebagai catatan saja, dalam waktu dekat Asean Linkage akan segera diumumkan. Awalnya, Asean Linkage ini digunakan untuk wadah dari tujuh bursa dari enam negara yang berada di wilayah Asean. Yaitu Bursa Malaysia, formerly Kuala Lumpur Stock Exchange (KLSE); Hanoi STC, Hanoi Stock Exchange, Vietnam; HOSE, Ho Chi Minh Stock Exchange, Vietnam; IDX, Indonesia Stock Exchange, previously Jakarta Stock Exchange, Indonesia; PSE, Philippine Stock Index, Philippines; SET, Stock Exchange of Thailand, Thailand; SGX, dan Singapore Exchange, Singapore.

Namun, hingga saat ini, baru ada tiga bursa saham yang akan tergabung dalam wadah tersebut. "Dalam waktu dekat, kami akan umumkan untuk Asean Linkage yang terdiri dari Bursa Malaysia, Singapore Exchange dan Stock Exchange of Thailand," ungkap CEO Bursa Malaysia Bhd, YBhg Dato' Tajuddin Bin Atan pada kesempatan yang sama.

Bersatunya ketiga bursa ini mencerminkan 70% dari total likuiditas dari tujuh bursa saham yang ada di Asean. "Sebanarnya ini bisa jadi pekerjaan rumah dari Indonesia, untuk menggenjot investor lokal agar bursa saham Indonesia tidak terpukul jika investor asing keluar dan lebih memilih masuk ke pasar Asean Linkage," lanjut Michael.

Editor: Barratut Taqiyyah
Telah dibaca sebanyak 1587 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Ada ratusan produk, pilih mana?

    +

    Ada sekitar 850 produk reksadana beredar saat ini. Pilihlah yang sesuai dengan gaya investasimu

    Baca lebih detail..

  • Menimbang return reksdana dan investasi lain

    +

    Return reksadana memang ciamik sepanjang tahun ini. Tapi, belakangan muncul gejolak di pasar. Apakah lebih baik mengamankan aset di instrumen aman seperti deposito, atau emas yang harganya sekarang lebih murah?

    Baca lebih detail..