kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

BEI belum berminat bergabung dengan ASEAN Linkage


Jumat, 18 Februari 2011 / 11:27 WIB
ILUSTRASI. Rizky korban gempa palu bertemu pemain manchester city


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bursa saham di empat negara ASEAN yang bekerja sama dengan New York Stock Exchange (NYSE) telah merampungkan studi desain kerangka teknologi untuk memfasilitasi perdagangan lintas batas. Proyek yang biasa disebut ASEAN Linkage itu ditargetkan rampung pada akhir 2011.
Keempat bursa ASEAN yaitu bursa Malaysia, bursa Filipina, bursa Singapura, dan Bursa Thailand.

Saat diminta konfirmasinya, Ito Warsito, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan, BEI belum akan bergabung dengan proyek tersebut. Dia menilai, masih ada tiga hal penting yang harus diselesaikan. Pertama, harmonisasi peraturan pasar-pasar modal di ASEAN (harmonization rule). Kedua, pengakuan profesionalitas para pekerja di masing-masing bursa. Ketiga, mekanisme penyelesaian sengketa antarbursa.

"Jika ketiga hal itu belum terselesaikan, ASEAN Linkage tidak akan berjalan dengan sempurna," tambahnya.

Menurut Ito, hal yang saat ini dikejar oleh keempat bursa itu adalah masalah teknologi. "Padahal, masih ada yang lebih penting lagi untuk diselesaikan terlebih dahulu dalam rangka mewujudkan ASEAN Linkage," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×