kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Date ekonomi AS loyo, Wall Street pun menguat


Selasa, 07 April 2015 / 06:13 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan aktivitas di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan awal pekan ini. Penguatan ini dipicu ekspektasi bank sentral AS (Federal Reserve) yang kemungkinan menunda lebih lama lagi untuk menaikkan suku bunga menyusul loyonya laporan data pekerjaan negeri paman sam tersebut.

Dow Jones Industrial Average naik 117,61 poin atau 0,66% ke 17.880,85. Indeks S7P 500 ditutup naik 13,66 poin atau 0,66% ke 2.080,62, dan Nasdaq Composite menguat 30,38 poin atau 0,62% ke 4.917,32.

Asal tahu saja, laporan data nonfarm payrolls menunjukkan penambahan tenaga kerja AS di luar sektor pertanian AS hanya 126.000 orang, lebih rendah dari estimasi 246.000 orang. Ini merupakan penambahan tenaga kerja terendah sejak Desember 2013.

"Akhir pekan lalu memungkinkan para pelaku pasar untuk melihat sisi positif dari yang lemah data pekerjaan. Di mana memungkinkan suku bunga tidak akan meningkat dengan sangat cepat,” kata Rick Meckler, president of investment firm LibertyView Capital Management.

Sebelumnya, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade pada tahun ini jika ekonomi, khususnya pasar tenaga kerja, terus membaik.

Data ekonomi yang loyo juga mengurangi kekhawatiran bahwa dollar AS akan terus menguat. "Sejauh ini data yang terus menunjukkan perekonomian masih lemah, tidak kuat," kata Adam Sarhan, CEO Sarhan Capital di New York.

Penguatan bursa AS juga dipicu pernyataan New York Fed President William Dudley yang menuturkan bank sentral perlu menilai apakah laporan pekerjaan yang loyo sebagai pertanda perlambatan ekonomi yang lebih besar di pasar tenaga kerja. Dudley menambahkan langkah untuk menaikkan suku bunga relatif dangkal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×