Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pengelola jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics, PT Nitrasanata Dharma akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan skema penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Melansir prospektus di Harian Kontan pada Senin (22/6), calon emiten dengan kode saham JECX ini menawarkan maksimal sekitar 487,98 juta saham. Ini setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor pasca IPO.
Dalam aksi korporasi, JECX juga menawarkan 162,88 saham divestasi milik DR. Dr. Waldenius Girsang, SpM(K) yang mewakili 2% dari modal ditempatkan disetor pasca penawaran umum saham.
Adapun saham baru dan saham divestasi tersebut akan ditawarkan dengan harga di kisaran Rp 1.200–Rp 1.400. Dengan demikian, JECX berpotensi meraup dana sebesar Rp 683,17 miliar.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Melemah pada Senin (22/6), Ini Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas
Di mana sekitar Rp 455,45 miliar merupakan dana hasil dari penawaran umum atas saham baru. Sementara sekitar Rp 227,72 miliar merupakan hasil penawaran umum atas saham divestasi.
Bersamaan dengan IPO ini, JECX juga mengadakan program alokasi saham karyawan dengan mengalokasikan saham sebesar 2,29% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO atau setara dengan 11,16 juta.
Dana dari pengeluaran saham baru dikurangi biaya emisi dan lainnya, akan digunakan untuk beberapa hal. Pertama, sebesar Rp 49 miliar untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Kemudian sebesar Rp 100 miliar digunakan untuk pembayaran lebih awal kepada PT Bank HSBC Indonesia atas sebagian pokok pinjaman.
Baca Juga: Esa Medika Mandiri (EMMI) Incar Rp 269 Miliar Lewat IPO
Ketiga, Rp 185 miliar akan disalurkan kepada perusahaan anak. RIcannya, Rp 50 miliar untuk PT Nitra Sanata Bali, Rp 100 miliar disalurkan sebagai pinjaman pada PT Orbita dan Rp 35 miliar akan dijadikan pinjaman kepada PT JEC Candi Sejahtera.
Sisanya akan digunakan untuk modal kerja, yaitu biaya-biaya yang sehubungan dengan kegiatan operasional sehari-hari yang akan digunakan secara bertahap maksimal sampai 31 Desember 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













