kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

IHSG Diproyeksi Masih Rawan Terkoreksi pada Selasa (23/6), Ini Sentimennya


Senin, 22 Juni 2026 / 17:55 WIB
IHSG Diproyeksi Masih Rawan Terkoreksi pada Selasa (23/6), Ini Sentimennya
ILUSTRASI. Pelemahan IHSG 0,98% dipicu kekhawatiran global dan domestik. Di mana koreksi IHSG diproyeksi berlanjut dengan rentang 6.060-6.290 (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (22/6/2026).

IHSG terkoreksi 0,98% atau turun 60,45 poin ke level 6.116, setelah sempat menguat di awal sesi sebelum akhirnya berbalik ke zona merah.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pelemahan IHSG dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap sejumlah sentimen global dan domestik.

“Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi pengetatan kebijakan moneter, penurunan penilaian aksesibilitas Information Flow Indonesia oleh MSCI, serta penghapusan sejumlah saham domestik dari indeks FTSE Russell,” ujarnya kepada Kontan, Senin (22/6/2026).

Baca Juga: Dicoret dari FTSE Russell, Saham Ini Justru Dinilai Paling Menarik

Selain itu, pasar juga mencermati potensi perubahan status Indonesia dalam tinjauan MSCI yang dijadwalkan pekan ini, yang berisiko memicu arus keluar modal asing.

Dari eksternal, ketidakpastian masih membayangi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun kedua negara telah menyepakati peta jalan menuju perjanjian damai dalam 60 hari.

Di sisi lain, bank sentral China (PBoC) mempertahankan suku bunga acuan, mencerminkan kehati-hatian di tengah perlambatan ekonomi.

Secara sektoral, sektor energi mencatat penguatan tertinggi sebesar 1,47%, sementara sektor basic materials menjadi penekan terbesar dengan penurunan 2,49%.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menambahkan investor juga mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“IHSG ditutup terkoreksi setelah sempat menguat di sesi pertama. Investor masih mencermati pengumuman MSCI serta perkembangan konflik Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran,” jelasnya.

Baca Juga: Bakal IPO, Bach Multi Global (BACH) Incar Dana Segar Rp 307 Miliar

Untuk perdagangan Selasa (23/6/2026), Nico memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek dengan rentang pergerakan 6.060 hingga 6.290.

Senada, Herditya memproyeksikan IHSG masih rawan terkoreksi dengan level support di 6.035 dan resistance di 6.226.

Ia juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, di antaranya ISAT pada kisaran Rp 1.840 - Rp 1.950, NCKL pada level Rp 970-Rp 1.050, serta RAJA pada rentang Rp 4.080-Rp 4.750. 

Dengan berbagai sentimen tersebut, investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan global dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×