kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Analis: Penerbitan EBA bisa jadi solusi pendanaan BUMN


Minggu, 29 Juli 2018 / 21:32 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Yoliawan H | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa emiten BUMN tercatat sudah mulai melakukan penerbitan Efek Beragun Aset (EBA) sebagai alternatif pendanaan mereka di kondisi saat ini.

Tercatat BUMN yang sudah menerbitkan skema utang ini adalah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Pun, selain sebagai tambahan dana untuk melakukan ekspansi, skema EBA juga dilakukan untuk melakukan reprofiling utang perseroan yang sudah jatuh tempo dengan utang jangka.

Terbaru adalah GIAA yang menerbitkan EBA senilai Rp 1,8 triliun dengan menjaminkan yield kepasa investor melalui pendapatan penerbangan mereka untuk rute Jeddah dan Madinah pada penerbangan haji.

Pahala Nugraha Mansury, Direktur Utama PT Garuda Indonesia mengatakan, penerbitan EBA ini salah satunya untuk melakukan perubahan portofolio utang yang sudah jatuh tempo pada awal Juli lalu senilai Rp 2 triliun dan menggantinya dengan utang jangka panjang.

“Ini juga mengganti kewajiban kepada bank yang harus dibayarkan menggantikan utang jangka pendek dengan jangka panjang,” ujar Pahala, Jumat (29/7).

Asal tahu saja, berdasarkan laporan keuangan perseroan per kuartal I 2018, jumlah liabilitas jangka pendek GIAA mencapai Rp 2,19 triliun sedangkan liabilitas jangka panjang hanya sebesar Rp 890,15 miliar.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×