Reporter: Rashif Usman | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) akan melaksanakan aksi pembelian kembali atau buyback saham mulai Jumat (4/9/2026). Sehari sebelum buyback, harga saham ERAA melonjak tinggi.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), ERAA menyiapkan dana maksimal Rp500 miliar untuk program tersebut. Dana tersebut sudah termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan transaksi buyback.
Program buyback akan berlangsung selama tiga bulan, yakni mulai 4 September hingga 4 Desember 2026. Transaksi akan dilakukan secara bertahap melalui perdagangan di BEI.
ERAA menargetkan pembelian maksimal 797,5 juta saham atau setara dengan sebesar-besarnya 5% dari modal disetor perseroan. Untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut, ERAA telah menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai pihak yang melakukan pembelian kembali saham.
Head of Legal & Corporate Secretary ERAA Amelia Allen mengatakan, perseroan akan menggunakan kas internal untuk mendanai program buyback.
"Maksimal jumlah buyback saham ialah Rp500 miliar, sudah termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan pembelian kembali saham," kata Amelia dalam keterbukaan informasi, Kamis (3/9/2026).
Manajemen ERAA menyatakan pembelian kembali saham tersebut dilakukan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Pelaksanaan buyback mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023.
Kabar buyback mendorong lonjakan harga saham ERAA. Pada perdagangan Kamis (3/9), harga saham ERAA ditutup di Rp 595 naik 75 poin atau 14,42% secara harian. Selama lima hari terakhir, harga saham ERAA naik 19,96%.
Baca Juga: JP Morgan Sebut Rencana Penghapusan Batas Minimum Saham Rp 50 Dorong Likuiditas
Dampak buyback terhadap keuangan ERAA
Penggunaan kas internal untuk membiayai buyback akan berdampak langsung terhadap posisi aset dan ekuitas perseroan.
Berdasarkan proforma laporan keuangan per 31 Desember 2025, jika seluruh dana maksimal Rp500 miliar digunakan untuk buyback, total aset dan ekuitas ERAA masing-masing akan berkurang sebesar Rp500 miliar.
Di sisi lain, ERAA memperkirakan transaksi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap biaya operasional perseroan. Dengan demikian, laba-rugi diproyeksikan tetap sejalan dengan target yang telah ditetapkan.
Dalam simulasi berdasarkan laporan keuangan tersebut, laba bersih perseroan tidak mengalami perubahan. Begitu pula dengan laba per saham atau earnings per share (EPS) yang diproyeksikan tetap.
Manajemen menilai kondisi permodalan dan arus kas ERAA masih memadai untuk membiayai program buyback sekaligus mendukung kegiatan usaha perseroan. Karena itu, perseroan meyakini pelaksanaan aksi korporasi tersebut tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha maupun prospek pertumbuhan perusahaan.
Dengan demikian, investor perlu mencermati realisasi pembelian saham ERAA selama periode buyback. Nilai Rp500 miliar merupakan batas maksimal dana yang disiapkan, sehingga realisasi pembelian saham dapat berada di bawah jumlah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














