kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Yield US Treasury mulai stabil, pasar surat utang Indonesia pun membaik


Rabu, 28 April 2021 / 19:41 WIB
ILUSTRASI. Pasar surat utang


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah sempat tertekan, kondisi pasar obligasi Indonesia mulai mengalami perbaikan. Hal ini bisa dilihat dari persepsi investor atau level credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun setelah sempat mencapai 89 pada akhir Maret lalu, kini sudah turun lagi ke level 77. Begitu pun untuk CDS 10 tahun yang turun dari level 153,89 pada akhir Maret menjadi level 142,07.

Tak hanya dari CDS, kepemilikan asing pada SBN tercatat juga mengalami kenaikan. Merujuk data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan, kepemilikan asing di SBN per 26 April tercatat naik sebesar Rp 8,82 triliun sejak akhir Maret silam.

Terbaru, pada lelang SBN kemarin, porsi investor asing juga mengalami kenaikan menjadi sebesar 16,5% dibanding lelang SBN sebelumnya yang hanya Rp 11,1%.

Head of Fixed Income Sucorinvest Asset Management Dimas Yusuf membenarkan bahwa tengah terjadi perbaikan pada pasar obligasi Indonesia belakangan ini.

Baca Juga: Jika The Fed pertahankan kebijakan akomodatif, rupiah bisa menguat pada Kamis (29/4)

Menurutnya, salah satu pemicu utamanya adalah pergerakan yield US Treasury yang mulai stabil di bawah 1,6%.

Stabilnya yield US Treasury pada akhirnya memberi dampak positif terhadap emerging market, termasuk Indonesia.

 “Secara valuasi, Indonesia ini yang paling menarik. Jadi ketika pasar stabilize, kita bisa kejar koreksi yang terjadi di yield SBN. Hal ini sekaligus membuktikan, bahwa tertekannya SBN lebih dikarenakan faktor eksternal, yakni yield US Treasury, bukan dari sisi internal,” jelas Dimas ketika dihubungi Kontan.co.id, Rabu (28/4).

Namun, Dimas menyebut masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan dalam kondisi saat ini. Apalagi, hari ini yield US Treasury kembali naik lagi ke level 1,67% seiring jelang pengumuman rapat The Fed pada Kamis dini hari waktu Indonesia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×