Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) resmi mengakuisisi 49% saham PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP) untuk Digital ISP (Internet Service Provider). Akuisisi ini bertujuan sebagai percepatan ekspansi dan hadirkan internet cepat.
Sebagai informasi, Telemedia melalui Viberlink adalah Digital ISP yang bergerak dalam membawa internet cepat keseluruh pelosok desa dengan menggunakan kabel fiber optic yang terbentang sepanjang Pulau Jawa.
Direktur Utama YELO, Wewy Susanto menyatakan, keberadaan YELO, membuat model bisnis TKP bertransformasi menjadi Digital ISP. "Hal ini menjadikan keseluruhan proses operasional akan dialihkan melalui jalur digital, sehingga pengalaman pengguna terhadap layanan connectivity akan semakin menarik dan kaya akan fitur lainnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (11/1).
Baca Juga: Yelooo Integra (YELO) Raih Pendapatan Bersih Rp 13,1 Miliar pada Kuartal III 2021
Menurut dia, akuisisi ini menunjukkan bahwa YELO berkomitmen untuk menghadirkan internet berkecepatan tinggi hingga 1 GB ke wilayah pelosok desa di Indonesia. Dengan demikian, kegiatan pendidikan, pertanian, maupun industri kreatif dapat berkembang pesat guna meningkatkan ekonomi desa setempat.
Sejalan dengan itu, YELO turut berupaya mempercepat pengadaan dan pembangunan akses internet di pelosok daerah dengan menyediakan solusi akses internet yang cepat dan terjangkau. “Melihat kebutuhan akan internet yang semakin tinggi, Perseroan terus percepat pembangunan infrastruktur internet berbasis fiber optic yang terbentang di sepanjang Pulau Jawa untuk desa-desa di wilayah tier-2 dan tier-3,” ujar Wewy.
Baca Juga: Gelar RUPSLB, Yelooo Integra (YELO) Tunjuk Presiden Komisaris Baru
Bergabungnya mantan Direktur Indosat (ISAT) dengan YELO pada RUPSLB yang digelar tanggal 5 Januari 2022, yang menunjuk Fadzri Sentosa sebagai Komisaris Utama YELO, diharapkan dapat mempercepat ekspansi YELO agar jauh lebih cepat dan masif. Tujuan ini sejalan dalam rencana perseroan yang akan membangun ekosistem digital berbasiskan konektivitas juga sebagai persiapan sambungan internet yang cepat dan terjangkau untuk Dunia Metaverse yang akan datang dalam waktu dekat.
Wewy menambahkan, aksi korporasi tersebut diambil untuk membantu para pelaku usaha dan start-up agar siap menghadapi berbagai tantangan konektivitas dan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi seperti Metaverse di masa depan.
“Dalam dunia teknologi Metaverse di negara maju, infrastruktur internet bukan lagi masalah. Sedangkan di negara berkembang seperti Indonesia, terutama di kota tier-2 dan tier-3, masih menjadi isu yang belum tuntas karena Indonesia adalah negara kepulauan,” tutup Wewy.
Baca Juga: Gelar rights issue, Yelooo Integra (YELO) ekspansi bisnis digital product dan data
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













