Reporter: Yasmine Awalia | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,09% ke level 6.667,89 pada perdagangan Kamis (3/9/2026).
Penguatan ini membuka peluang lanjutan kenaikan pada perdagangan Jumat (4/9), meski investor perlu mewaspadai aksi ambil untung setelah indeks menguat cukup tajam.
Head of Research KISI Muhammad Wafi mengatakan IHSG telah menembus area resistance 6.635–6.666. Jika momentum berlanjut, indeks berpeluang menguji resistance berikutnya di 6.700–6.730, dengan support 6.476–6.500.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Kembali Tertekan, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Jumat (27/3)
Sentimen positif datang dari penguatan mayoritas bursa Asia, penurunan yield US Treasury, penguatan rupiah, serta kenaikan harga emas dan batu bara.
Dari dalam negeri, pasar juga merespons positif konfirmasi Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) dan inflasi Agustus yang masih terjaga.
“Given kenaikan tajam hari ini setelah sepekan rally, risiko profit taking genuinely perlu diwaspadai,” ujar Wafi.
Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan, meski koreksi jangka pendek tetap terbuka. Ia memperkirakan support berada di 6.655 dan resistance 6.714.
Sementara itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang memperkirakan IHSG berpeluang menguji 6.705.
Namun, aksi profit taking menjelang akhir pekan berpotensi menahan laju indeks. Alrich menempatkan support di 6.600 dan resistance 6.700.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat Rabu (15/4), Investor Perlu Waspada Profit Taking
Dari sisi sentimen, investor akan mencermati data pekerjaan Amerika Serikat, termasuk nonfarm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran, untuk melihat arah kebijakan suku bunga The Fed.
Perkembangan geopolitik Timur Tengah serta pertemuan OPEC+ pada 6 September juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi harga minyak.
Di tengah peluang lanjutan penguatan IHSG, sejumlah saham menjadi pilihan trading. Wafi merekomendasikan CDIA dengan strategi trading buy pada area 660–690, target 735 dan 765, serta stop loss di bawah 630.
Selain itu, SMRA direkomendasikan pada area 316–322 dengan target 336 dan 344 serta stop loss di bawah 310. Sementara itu, analis lain merekomendasikan ASII di 5.125–5.200, BMRI di 4.510–4.590, dan CDIA di 745–785.
Baca Juga: IHSG Rawan Profit Taking, Simak Saham Pilihan Analis untuk Rabu (19/8)
Alrich juga menyarankan investor mencermati JPFA, PANI, CPIN, ANTM, dan ARCI pada perdagangan Jumat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












