kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Return Reksadana Batavia 6,04% di Agustus, Saham Infrastruktur Data Center Dipilih


Kamis, 03 September 2026 / 22:23 WIB
Return Reksadana Batavia 6,04% di Agustus, Saham Infrastruktur Data Center Dipilih
ILUSTRASI. Ilustrasi reksadana, uang rupiah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peluang pertumbuhan bisnis data center menjadi salah satu pertimbangan Batavia Prosperindo Asset Management dalam mengelola portofolio reksadana saham.

Pengembangan infrastruktur digital untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai dapat membuka ruang pertumbuhan bagi sejumlah emiten.

Hal tersebut tercermin dalam pengelolaan Batavia Dana Saham Syariah yang mencatatkan return sebesar 6,04% secara bulanan atau month-on-month (MoM) pada Agustus 2026. Kinerja tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata reksadana saham yang sebesar 3,60% pada periode yang sama.

Baca Juga: Simas Syariah Unggulan Cetak Return 10,28% pada Agustus 2026

Direktur Batavia Prosperindo Asset Management, Eri Kusnadi mengatakan, sektor infrastruktur menjadi salah satu sektor dengan active weight terbesar dalam portofolio Batavia Dana Saham Syariah selama Agustus.

Menurut Eri, posisi tersebut tidak hanya mempertimbangkan kondisi valuasi sektor, tetapi juga peluang pertumbuhan yang berasal dari pengembangan data center di Indonesia.

"Posisi portfolio pada sektor infrastruktur didukung oleh valuasi menarik dan adanya growth opportunity di sektor data center baik dalam emiten telekomunikasi atau industrial estate," ujar Eri kepada Kontan, Kamis (3/9/2026).

Peluang tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur untuk mendukung pengembangan teknologi AI. Bagi Batavia, perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan eksposur pada emiten yang berkaitan dengan ekosistem data center.

Selain infrastruktur, Batavia Dana Saham Syariah juga memiliki active weight pada sektor healthcare dan consumer cyclical. Kedua sektor tersebut menjadi bagian dari strategi pengelolaan portofolio karena masih menawarkan ruang bagi pertumbuhan kinerja emiten.

Berdasarkan fund fact sheet per 31 Juli 2026, beberapa saham yang masuk dalam portofolio Batavia Dana Saham Syariah antara lain Aneka Tambang (6,47%), Alamtri Resources Indonesia (5,10%), Kalbe Farma (4,29%), Indofood CBP Sukses Makmur (4,11%), dan Indofood Sukses Makmur (3,73%).

Ke depan, Batavia Prosperindo Asset Management juga menyiapkan penyesuaian eksposur di sektor energi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menangkap peluang yang muncul dari perkembangan pasar dan kondisi komoditas.

Baca Juga: Wall Street Menguat, The Fed Isyaratkan Menahan Diri untuk Tidak Menaikkan Suku Bunga

"Batavia Dana Saham Syariah saat ini berencana untuk menambah exposure pada sektor energi yang didukung oleh view terhadap event El-Nino," ungkap Eri.

Dengan strategi tersebut, Batavia Prosperindo Asset Management akan tetap mencermati peluang pertumbuhan di masing-masing sektor sebelum melakukan penyesuaian komposisi portofolio.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×