Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Oxala Energi International Tbk (PIPA) dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) ke dalam radar pengawasan.
Alasannya, saham kedua emiten tersebut dinilai Bursa bergerak secara tidak wajar alias unusual market activity (UMA).
Melansir RTI, saham PIPA naik 61,79% dalam sebulan terakhir. Sementara saham BELI naik 42,06% sebulan.
Baca Juga: Transaksi Timah di JFX Capai Rp 4 Triliun di Bulan Agustus 2026
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta melihat, masuknya saham PIPA dan BELI ke dalam radar UMA perlu menjadi perhatian investor. Terutama, karena pergerakan harga keduanya dalam waktu relatif singkat tergolong sangat agresif.
Status UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran. Namun, menjadi sinyal bagi investor untuk lebih mencermati fundamental, keterbukaan informasi, serta potensi aksi korporasi dari masing-masing emiten.
Untuk PIPA, pergerakan anomali lebih banyak dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap transformasi bisnis dan ekspansi perseroan ke sektor energi, termasuk berbagai rencana aksi korporasi.
Sementara untuk BELI, meskipun secara fundamental terdapat perbaikan kinerja yang cukup positif.
“Lonjakan harga yang sangat cepat juga menunjukkan adanya faktor sentimen dan momentum perdagangan yang kuat sehingga perlu diwaspadai,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (3/9/2026).
Dari sisi prospek, PIPA masih memiliki prospek yang bersifat spekulatif. Sentimen positif dapat berasal dari transformasi bisnis menuju sektor energi, potensi realisasi investasi atau akuisisi aset baru, serta rencana aksi korporasi yang dapat meningkatkan skala usaha perseroan.
Namun, investor perlu melihat sejauh mana rencana tersebut benar-benar terealisasi dan mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan maupun laba.
“Risiko dilusi akibat penambahan modal juga perlu diperhatikan,” katanya.
Sementara itu, BELI memiliki prospek yang relatif lebih menarik dari sisi fundamental karena pertumbuhan pendapatan masih kuat dan kerugian perseroan mulai menyusut.
Penguatan ekosistem Blibli, tiket.com, dan Ranch Market, peningkatan monetisasi melalui take rate, serta peluang menuju profitabilitas dapat menjadi katalis positif.
Meski demikian, persaingan industri e-commerce, kondisi daya beli masyarakat, tingginya biaya operasional, serta valuasi yang semakin meningkat setelah reli harga menjadi risiko yang perlu diperhitungkan.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.679 Per Dolar AS Hari Ini (3/9), Yen Melesat Tajam
Dengan demikian, BELI relatif lebih layak dipertimbangkan untuk investasi berbasis fundamental.
“Sedangkan PIPA lebih tepat dipandang sebagai saham berisiko tinggi yang mengandalkan keberhasilan transformasi bisnis,” ungkapnya.
Meskipun begitu, Nafan belum merekomendasikan saham PIPA dan BELI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














