kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Waskita Beton Precast (WSBP) terima pembayaran turnkey Rp 1,3 triliun di semester I


Selasa, 02 Juli 2019 / 18:58 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten konstruksi dan infrastruktur digadang-gadang bakal menerima pembayaran proyek tahun ini. Transaksi tersebut tentunya dapat mendorong arus kas emiten di sektor tersebut membaik.

Salah satunya adalah PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) yang telah menerima pembayaran turnkey pada semester I-2019 ini sebesar Rp 1,3 triliun. Pembayaran turnkey adalah proyek yang pembayarannya dilakukan setelah pembangunan selesai.

"Itu merupakan perolehan dari proyek turnkey antara lain proyek Tol Becakayu, Cimanggis-Cibitung, dan tol Krian Legundi Bunder dan Manyar (KLBM)," jelas Sekretaris Perusahaan WSBP Fathia Syarufah saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (2/7).

Pada semester II-2019, Fathia menjelaskan WSBP memasang target pencairan turnkey sekitar Rp 3,5 triliun.

Mengenai kontak baru, WSBP pada semester I-2019 berhasil mendapatkan kontrak baru senilai Rp 3,1 triliun. Fathia menambahkan nilai kontrak baru tersebut sudah sesuai dengan target perusahaan.

Adapun pada semester dua tahun ini, WSBP rencananya akan mengerjakan jalan tol Padang-Pekanbaru, tol Balikpapan-Penajam, tol Banda Aceh-Medan, tol Semarang-Demak, power plant, dermaga, refinery, dan bandara.

Pada tahun ini, anak perusahaan Waskita Karya tersebut menargetkan perolehan kontrak baru sekitar Rp 10,39 triliun. Perusahaan juga menargetkan laba naik sekitar 10% dibandingkan tahun 2018. Adapun, WSBP tahun lalu membukukan laba mencapai Rp 1,1 triliun naik 10% dari tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×