Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) diperkirakan menguat pada paruh kedua tahun 2026, seiring deretan film internasional yang siap tayang.
Equity Research Associate Samuel Sekuritas Indonesia Fadhlan Banny mengatakan, performa CNMA pada semester II-2026 akan didorong oleh rilis sejumlah film global populer seperti Minions, Jumanji, Spider-Man, hingga Avengers.
“Rangkaian film internasional tersebut berpotensi mendorong hingga 20 juta penonton,” ujarnya dalam riset yang dikutip Kontan, Sabtu (11/7/2026).
Dengan katalis tersebut, Samuel Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi buy untuk saham CNMA, meskipun melakukan penyesuaian turun terhadap proyeksi kinerja 2026 sebesar 5,5%.
Baca Juga: DSSA Bidik Potensi Dividen XLSMART (EXCL) Lewat Akuisisi BMT Rp 4 Triliun
Penurunan proyeksi ini mempertimbangkan kondisi makro yang menantang, seperti pelemahan rupiah, kenaikan biaya operasional, serta suku bunga yang lebih tinggi.
Sejalan dengan itu, target harga CNMA juga diturunkan menjadi Rp110 per saham, dari sebelumnya Rp170 per saham, dengan pendekatan valuasi yang lebih konservatif menggunakan price to earnings ratio (PER).
Meski demikian, valuasi saham CNMA dinilai masih menarik. Harga sahamnya telah turun sekitar 23% sejak awal tahun (year-to-date), dengan estimasi PER 2027 sebesar 8,6 kali atau mencerminkan diskon sekitar 40% terhadap sektor.
Selain itu, kebijakan pembagian dividen dengan payout ratio hingga 100% juga menjadi daya tarik, dengan estimasi dividend yield mencapai 10,4%.
Dari sisi operasional, kinerja CNMA pada semester I-2026 cenderung moderat. Sepanjang periode tersebut, total penonton industri bioskop mencapai 52,7 juta dari 259 judul film yang dirilis.
Dengan asumsi pangsa pasar sekitar 70%, CNMA diperkirakan membukukan sekitar 36,7 juta penonton pada semester I-2026, turun 13,6% secara tahunan.
Namun, secara kuartalan, jumlah penonton menunjukkan pemulihan dengan kenaikan 37,5% dibandingkan kuartal sebelumnya, meskipun masih turun 25,7% secara tahunan akibat basis tinggi pada periode yang sama tahun lalu.
Untuk kuartal II-2026, CNMA diperkirakan mencatatkan pendapatan sekitar Rp1,5 triliun dengan laba bersih di kisaran Rp 200 miliar hingga Rp 250 miliar.
Capaian tersebut dinilai masih sejalan dengan ekspektasi pasar, yakni sekitar 30%-32% dari target kinerja tahun penuh 2026.
Memasuki semester II-2026, prospek kinerja CNMA diperkirakan akan membaik, didukung oleh lineup film internasional yang lebih kuat serta potensi peningkatan margin.
Hal ini juga ditopang oleh kontribusi penjualan makanan dan minuman (F&B) terhadap pendapatan box office yang diperkirakan meningkat.
Selain film internasional, kinerja CNMA juga masih akan didukung oleh film lokal, khususnya dari genre yang memiliki basis penonton besar seperti horor, drama, dan komedi.
Namun demikian, analis tetap mengingatkan sejumlah risiko, seperti potensi penurunan jumlah penonton jika antusiasme terhadap film tidak sesuai ekspektasi, serta tekanan dari kondisi ekonomi domestik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














